Jumat, 8 Mei 2026

Tribunners

Perjuangan Panjang Hidayat Arsani sebagai Pemimpin Babel

Tentu saja dengan rekam jejak dan pengalamannya selama ini, kita optimistis Babel mampu bangkit dan berkibar di bawah kepemimpinan Hidayat Arsani.

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Hidayat Arsani (kiri) bersama Irwanto. 

Saat memimpin PWI Babel, Hidayat banyak melakukan pembenahan dan peningkatan program kerja. Kepengurusan pun makin aktif dan dinamis. Sampai suatu ketika saat lagi maraknya masyarakat hobi bersepeda, Hidayat memborong sepeda yang mereknya lumayan bergengsi untuk diberikan secara gratis kepada pengurus/anggota. Pembagiannya berlangsung di halaman Rakyat Pos yang sudah pindah ke kantor baru di kawasan Lembawai, Jalan Jenderal Sudirman.

Lantaran terpilih sebagai Wakil Gubernur Babel, maka pada 2014 Hidayat harus mundur dari jabatan Ketua PWI Babel sesuai aturan organisasi. Namun, karena dianggap sebagai salah satu tokoh yang concern pada perkembangan pers di daerah, maka Hidayat mendapat apresiasi dan penghargaan dari PWI Pusat berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) Luar Biasa. Penyerahan KTA ini dilakukan secara langsung oleh Ketua PWI Pusat Atal S Depari.

Tak hanya itu, dalam kepengurusan PWI Cabang Babel periode 2022-2027, Hidayat Arsani masih dipercayakan juga sebagai ketua Dewan Penasihat. Kepercayaan ini diberikan lantaran Hidayat dianggap tokoh senior yang telah banyak memberikan kontribusi pada PWI Babel, baik pemikiran maupun materi seperti merehab kantor PWI Babel yang terletak di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang.

Usai menjadi Ketua PWI Cabang Babel, Hidayat makin berkibar di dunia bisnis lokal. Bisnis ini di bawah bendera Arsani Grup yang menaungi berbagai usaha, termasuk  di bidang pertambangan, perikanan, perhotelan, kesehatan, hingga pendidikan. 
Lantaran usaha atau bisnisnya dirasakan telah memberikan kontribusi pada pembangunan daerah, termasuk penyediaan lapangan pekerjaan, maka Hidayat banyak diganjar penghargaan oleh berbagai organisasi/lembaga dan pemerintah daerah.

Penghargaan itu antara lain Maha Karya Pembangunan dari Gubernur Babel Eko Maulana Ali pada 2012. Sehingga sejak saat itu julukan Bapak Pembangunan pun tersemat pada Hidayat yang pada masa kecilnya pernah berjualan minyak tanah dengan pikulan keliling kampung seputaran Kota Pangkalpinang.

Usaha yang dibangun Hidayat makin meluas saat ia mendirikan beberapa hotel di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Begitu juga bisnis yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti beberapa rumah sakit, antara lain, RS Arsani di Sungailiat dan RS Ibu dan Anak Muhaya di Kota Pangkalpinang.

Selain di bidang kesehatan, di bidang pendidikan pun Hidayat ikut merintis pendirian Sekolah Islam Al-Azhar di Pangkalpinang. Bahkan rumahnya yang megah di kawasan Kampak Kota Pangkalpinang disulap sebagai kompleks sekolah ini. Hidayat pun rela “mengalah” dengan pindah dan mendirikan rumah baru tak jauh dari kawasan Bandara Depati Amir.

Di bidang sosial budaya, kiprah Hidayat pun tak diragukan lagi. Pada 2013, ia dianugerahi gelar Datuk Radindo Panglima Bumi Bertuah oleh pemangku adat Suku Jerieng di Setana Melayu Jerieng Bangka Barat. Gelar ini kian  membuktikan status Hidayat sebagai salah satu tokoh populer yang dihormati di kawasan Kepulauan Bangka Belitung.

Uniknya selepas menjadi wakil gubernur, Hidayat aktif masuk dan keluar pelosok kampung. Di beberapa kampung ia aktif melibatkan masyarakat dalam upaya pengembangan gula aren. Pasalnya, usaha gula aren ini sangat menjanjikan jika dikelola secara sungguh-sungguh. Makanya tak heran, kini setiap berpantun, gula aren atau gula kabung acapkali disebutnya.

Begitu pula usaha tambak udang yang memiliki prospek cukup bagus dioptimalkan Hidayat sehingga berkembang cukup pesat di Babel. Lantaran bergelut di sektor tambak udang ini, maka Hidayat dipercaya sebagai ketua umum Asosiasi Petani Tambak Indonesia Nusantara (APTIN).

Di luar bisnis, Hidayat juga dikenal sebagai politisi senior Partai Golkar. Hidayat pernah menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Kepulauan Bangka Belitung 2013 hingga 2017. Hidayat pun  sekarang masih menjabat sebagai ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Babel. 

Kini, nasib jutaan masyarakat Negeri Serumpun Sebalai berada di pundak Hidayat. Berbagai persoalan pembangunan di tengah kondisi ekonomi global yang terpuruk sekarang ini mesti dituntaskan sejalan dengan visi “Mewujudkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang Berdaya Saing, Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera.”

Tentu saja dengan rekam jejak dan pengalamannya selama ini, kita optimistis Babel mampu bangkit dan berkibar di bawah kepemimpinan Hidayat Arsani. Semoga. (*)

 

 

 

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved