PT SNS di Bangka Selatan Dibakar
PT SNS Ngadu ke Polda, Warga Tanjung Labu Diduga Dalang Pembakaran Aset Rp15 Miliar
PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) resmi melaporkan sejumlah warga Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, ke Polda.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) resmi melaporkan sejumlah warga Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Laporan tersebut terkait aksi pengrusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025).
Kuasa hukum PT SNS, Tito Napitupulu, bersama seorang karyawan perusahaan berinisial HA (35), telah melayangkan laporan dengan nomor: LP/B/134/VIII/2025/SPKT/POLDA BANGKA BELITUNG.
Pihak perusahaan menilai aksi tersebut melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 170 dan/atau Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Dengan terlapor beberapa orang warga bernama Relot, Dodi, dan kawan-kawan,” kata Tito kepada Bangkapos.com, Minggu (31/8/2025).
Menurut Tito, kedua nama tersebut sebelumnya sempat melakukan seruan melalui pengeras suara di Musala Kemas Duri, Desa Tanjung Labu, untuk mengajak warga melakukan aksi ke PT SNS.
Ajakan itu berujung pada kericuhan dengan sekitar 200 warga terlibat dalam unjuk rasa.
Situasi disebut tidak terkendali hingga menyebabkan bentrokan dan aksi anarkis.
Baca juga: Breaking News: Fasilitas PT SNS di Lepar Bangka Selatan Dibakar, Perusahaan Rugi Rp 5 Miliar

Fasilitas yang terbakar di antaranya kantor PT SNS, gudang solar, 16 mes karyawan, pos keamanan, 20 mes karyawan di Kam Putih, tiga unit mobil truk, dua sepeda motor, bibit sawit, serta lima alat berat eskavator.
Kerugian ditaksir mencapai Rp15 miliar.
“Kami berharap Kapolda Bangka Belitung segera menangkap pelaku dan otak di balik pembakaran aset milik PT SNS,” tegas Tito.
Video kebakaran fasilitas PT SNS sebelumnya sempat viral di media sosial.
Dalam rekaman tampak api membubung tinggi, sementara kondisi kantor dan mes karyawan luluh lantak.
Satu unit truk tangki air serta dua motor juga hangus terbakar, sedangkan satu minibus mengalami kerusakan parah.
Tito menambahkan, ini bukan kali pertama perusahaan mengalami perusakan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.