Jumat, 10 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pasca Ditelepon Gubernur Hidayat, Bulog Babel Kembali Serap Gabah Petani

Sudah saya telepon dan perintah presiden, tidak ada petani beras yang ditelantarkan. Harus dibeli dengan harga Rp 6.500 ribu, kalau macam-macam...

Instagram Hidayat Arsani, Bangkapos.com/Cepi Marlianto
GUBERNUR TELEPON PERUM BULOG - Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani saat melakukan sambungan telepon dengan Kepala Perum Bulog terkait dengan dugaan tidak membeli gabah dengan HPP. Sejumlah petani di Desa Rias ketika tengah melakukan penjemuran padi hasil panen IP 200, Jumat (19/9/2025). Petani mengaku kurang bergairah setelah Perum Bulog menghentikan pembelian GKP sejak awal September 2025. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani, khususnya terkait penyerapan gabah kering panen (GKP).

Hidayat mengatakan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Perum Bulog Cabang Bangka setelah menerima keluhan dari petani padi di Desa Rias yang gabahnya tidak dibeli.

"Sudah saya telepon dan perintah presiden, tidak ada petani beras yang ditelantarkan. Harus dibeli dengan harga Rp 6.500 ribu, kalau macam-macam, bulog saya akan tegur," ujar Hidayat Arsani, Rabu (24/9/2025).

Namun usai komunikasi tersebut, kini Perum Bulog Cabang Bangka pun secara langsung merespon dan merealisasikan keinginan dari orang nomor satu di Provinsi Bangka Belitung tersebut.

"Kemarin saya telpon, Alhamdulillah Kepala Bulog Sabtu saya telepon, Senin sudah operasi lagi terima kasih kepada Pak Bulog," ungkapnya.

Baca juga: Dirut PT Timah Akui Kalah Bersaing dengan Tambang Ilegal di Bangka Belitung

Diberitakan sebelumnya, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) kembali melanjutkan penyerapan gabah kering panen (GKP) petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dipastikan harga serapan GKP tetap sama dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Penerapan GKP sesuai HPP tersebut sudah dapat dilakukan mulai hari ini.

Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Akhmad Fahmi Yasin mengatakan, setelah penyerapan GKP dihentikan sejak 5 September 2025 kemarin pihaknya saat ini sudah bisa melakukan penyerapan GKP petani.

Hal ini setelah keluarnya surat dari Kepala Badan Pangan Nasional Nomor : 257/TS.03.03/K/9/2025 perihal penugasan pengadaan gabah/beras semester II. Surat tersebut diteruskan langsung kepada Direktur Utama Perum Bulog.

“Secara prinsip mulai hari ini kami bisa melaksanakan penyerapan kembali,” kata dia ketika menghubungi Bangkapos.com, Selasa (23/9/2025).

Akhmad mengatakan, penyerapan GKP dilanjutkan lantaran memperhatikan masa panen gadu pada bulan September-Desember 2025. Termasuk perkembangan harga gabah di tingkat petani. Sehingga Perum Bulog Cabang Bangka ditugaskan untuk melanjutkan program pengadaan GKP dengan harga beli Rp6.500 per kilogram.

Mekanismenya melalui program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) maupun komersial. Pengadaan GKP dilaksanakan pada saat harga ditingkat petani sama atau kurang dari Rp6.500 per kilogram. 

Bahkan laporan progres pengadaan agar disampaikan secara berkala kepada Kepala Badan Pangan Nasional dan ditembuskan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Penugasan penyerapan GKP tetap menerapkan aspek akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Akhmad Fahmi Yasin.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved