Berita Bangka Selatan
Gelombang 2,5 Meter Terjang Laut Bangka Selatan, Nelayan Diminta Waspada
Gelombang tinggi dan angin kencang kembali mengancam perairan Bangka Selatan. Satpolairud Polres Bangka Selatan mengimbau nelayan..
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cuaca ekstrem kembali mengintai perairan di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam tiga hari ke depan, gelombang tinggi dan angin kencang diperkirakan bakal melanda wilayah tersebut dan berpotensi mengancam keselamatan nelayan.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Selatan, Iptu Mulia Renaldi bilang pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan. Paling penting tidak memaksakan diri untuk melaut di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Selama tiga hari ke depan, wilayah laut diperkirakan akan dilanda gelombang tinggi dan angin kencang serta berpotensi mengancam keselamatan nelayan.
“Diperkirakan selama tiga hari ke depan waspada gelombang tinggi di perairan laut Bangka Selatan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya berdasarkan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama tiga hari ke depan akan terjadi gelombang sedang hingga tinggi. Wilayah perairan barat dan timur Bangka Selatan menjadi kawasan yang paling berpotensi terdampak. Dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter serta kecepatan angin 2 hingga 12 knot yang berembus dari arah selatan. BMKG secara nasional menetapkan kategori gelombang sedang untuk wilayah dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,50 meter.
Periode tiga hari ke depan menjadi waktu paling rawan bagi masyarakat pesisir. Dalam laporan maritim sebelumnya, BMKG juga mencatat potensi gelombang 2,5 meter di beberapa titik perairan Bangka Selatan yang masuk dalam kategori waspada bagi nelayan dan pelaku pelayaran kecil. Kondisi ini diperparah dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat dan angin kencang di beberapa wilayah perairan. Situasi demikian membuat nelayan diminta lebih disiplin dalam mengikuti peringatan dini maritim yang dikeluarkan setiap hari oleh BMKG.
“Gelombang tinggi dan angin kencang yang tidak menentu bisa muncul secara tiba-tiba akibat pengaruh fenomena hidrometeorologi di wilayah perairan Bangka Selatan,” jelas Mulia.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, pentingnya seluruh nelayan agar melengkapi armada mereka dengan peralatan keselamatan standar, seperti life jacket, senter, hingga bahan bakar cadangan. Selain itu, nelayan diminta untuk menyiapkan rencana darurat jika sewaktu-waktu menghadapi cuaca buruk di tengah laut. Jika cuaca memburuk, tetap tenang dan jangan panik.
Segera berkomunikasi dengan pihak berwenang atau aparat terdekat, dan cari tempat berlindung yang aman seperti berlabuh di pulau terdekat. Masyarakat pesisir untuk aktif berkoordinasi dan tidak ragu melaporkan setiap kondisi berbahaya yang terjadi di laut. Komunikasi yang baik antara nelayan dan aparat diyakini dapat mempercepat proses pertolongan jika terjadi keadaan darurat.
“Kami menghimbau kepada masyarakat pesisir dan nelayan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi. Karena bisa menyebabkan kejadian hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan kapal,” ucapnya.
Mengantisipasi potensi kecelakaan laut kata Mulia Renaldi, Satpolairud Polres Bangka Selatan telah menyiagakan personel serta armada patroli laut untuk memantau kondisi cuaca sekaligus memastikan keamanan aktivitas pelayaran. Patroli dilakukan secara rutin di titik-titik rawan, terutama di jalur utama nelayan. Upaya mitigasi bencana turut diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi kepada nelayan pesisir.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca ekstrem. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas melaut. Masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi seluruh peringatan dini yang disampaikan oleh pihak berwenang.
“Kami siap melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu ada keadaan darurat di laut,” sebut Mulia. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| SP3AT Dipersoalkan, Sengketa Lahan di Desa Pergam Berpotensi Masuk Jalur Hukum |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Pilih Jalur Damai, Sengketa Lahan Pergam Diingatkan Jangan Langsung ke Hukum |
|
|---|
| Pengedar Narkoba Ditangkap di Bangka Selatan, Dikendalikan dari Dalam Lapas |
|
|---|
| Reformasi Hukum Dimulai dari Desa, Pemkab Basel Perkuat Paralegal Lewat Posbankum |
|
|---|
| Kronologi Detik-detik Rekan Dengar Teriakan Tolong Doli, Lihat Buih di Lokasi Perahu Terbalik Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251105-Kepala-Satpolairud-Polres-Bangka-Selatan-Iptu-Mulia-Renaldi.jpg)