Selasa, 2 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Harga Sawit di Basel Stabil, Petani Nikmati TBS hingga Rp2.400 per Kilogram

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan terpantau stabil di lima PKS. Kondisi ini memberi kepastian bagi...

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto
TBS SAWIT – Kondisi TBS kelapa sawit milik pengepul di Kecamatan Toboali, Selasa (2/6/2026). Saat ini harga kelapa sawit sudah mulai berangsur membaik. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan masih menunjukkan tren stabil di tengah proses penetapan harga resmi periode Juni 2026 yang masih berlangsung. Stabilnya harga terjadi di lima pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi tujuan penjualan hasil panen petani sawit di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, tidak ada perubahan harga TBS di seluruh PKS yang terdata dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kestabilan harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani karena dapat menjaga pendapatan hasil panen tetap stabil di tengah aktivitas produksi yang terus berjalan. Harga sawit ditingkat petani saat ini juga masih bertahan pada kisaran nominal Rp2.024 hingga Rp2.124 per kilogram sehingga dinilai cukup membantu ekonomi masyarakat perkebunan.

“Alhamdulillah saat ini harga TBS kelapa sawit masih stabil di lima pabrik kelapa sawit,” kata Risvandika kepada Bangkapos.com, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya berdasarkan data pemutakhiran harga, PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba menetapkan harga terendah untuk jenis Tenera sebesar Rp2.300 per kilogram. Perusahaan tersebut juga menjadi satu-satunya PKS yang mencantumkan harga khusus untuk jenis Dura dengan nilai Rp1.826 per kilogram. Meski menjadi harga terendah diantara PKS lainnya, angka tersebut masih dinilai cukup kompetitif dan tetap memberikan ruang keuntungan bagi petani mandiri di wilayah sekitar.

Sementara itu, PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas mematok harga TBS jenis Tenera sebesar Rp2.370 per kilogram. Harga tersebut berada di posisi menengah dibandingkan perusahaan lainnya yang beroperasi di Bangka Selatan. Stabilnya harga di perusahaan tersebut juga menunjukkan bahwa permintaan terhadap hasil panen sawit petani masih berjalan normal tanpa adanya tekanan pasar yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Harga sawit saat ini masih cukup baik dan stabil untuk petani. Kalau untuk saat ini, harga di level petani Rp2.120,” ujar Risvandika.

TBS SAWIT – Kondisi TBS kelapa sawit milik pengepul di Kecamatan Toboali, Selasa (2/6/2026). Saat ini harga kelapa sawit sudah mulai berangsur membaik.
TBS SAWIT – Kondisi TBS kelapa sawit milik pengepul di Kecamatan Toboali, Selasa (2/6/2026). Saat ini harga kelapa sawit sudah mulai berangsur membaik. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto)

Adapun harga tertinggi TBS jenis Tenera mencapai Rp2.400 per kilogram yang diterapkan secara seragam di tiga PKS, yakni PT Tama Buana Jaya (TBJ) Jeriji, PT Banka Agro Plantari (BAP) Bedengung, dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) Payung. Keseragaman harga tertinggi di tiga perusahaan tersebut dinilai menjadi indikator bahwa pasar sawit di Bangka Selatan masih berada dalam kondisi relatif kondusif. Dengan harga tersebut, para petani diharapkan tetap termotivasi menjaga kualitas buah agar dapat memperoleh harga jual maksimal di tingkat pabrik.

“Petani tentu berharap harga ini bisa terus bertahan supaya pendapatan mereka tetap stabil,” sebutnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah masih menunggu hasil rapat penetapan harga TBS sawit periode Juni 2026 yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama pihak terkait. Penetapan harga pemerintah tersebut nantinya akan menjadi acuan resmi dalam perdagangan TBS sawit di tingkat perusahaan maupun petani. Untuk sementara waktu, harga di tingkat petani di Bangka Selatan masih berada pada kisaran Rp2.024 hingga Rp2.124 per kilogram dan dinilai masih cukup baik bagi keberlangsungan usaha perkebunan rakyat.

“Untuk harga pemerintah periode Mei 2026 itu sudah selesai, sekarang sedang rapat untuk periode Juni dan hasilnya belum keluar,” ucap Risvandika. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved