Bangka Pos Hari Ini
Bahan Awet dan Tahan Lama, Program Gentengisasi Pertahankan Ciri Khas Lokal
Genteng pertama digunakan di Pulau Bangka pada bangunan Gudang Tempilang, Bunut, Biat, Bendul, dan Rambat sekitar 1769–1770 atas perintah
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suasana asri menyelimuti Kampung Ulu, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu (11/2) pagi.
Aliran sungai yang tenang, kicauan burung, dan hembusan angin sepoi-sepoi berpadu dengan sinar matahari cerah, menghadirkan ketenangan khas perkampungan tua.
Kampung Melayu ini tampak lengang. Beberapa warga sibuk di dalam rumah, sementara sebagian sudah berangkat bekerja.
Keistimewaan Kampung Ulu terletak pada rumah panggungnya yang berdinding papan dan beratap genteng, arsitektur tradisional yang tetap dijaga selama ratusan tahun.
Atap genteng membuat interior rumah lebih sejuk, ditunjang banyak jendela di dinding rumah. Sejak dulu, percetakan genteng di wilayah itu menjadi alasan masyarakat menggunakan material ini untuk hunian mereka.
Ahmad Repilianto, Ketua RW 07 Kampung Ulu yang akrab disapa Okto, ditemui saat menyapu halaman rumahnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar rumah tua di kampung ini telah berusia lebih dari 100 tahun dan masih menggunakan genteng pepeh, tipis dan ringan.
“Sejak awal dibangun, rumah-rumah di sini pakai genteng karena lebih adem. Sekarang sebagian sudah diganti karena rusak,” ujarnya, Rabu (11/2).
Dulu hampir seluruh rumah beratap genteng, tetapi sebagian warga kini beralih menggunakan asbes atau seng karena harga genteng relatif tinggi dan genteng lama mulai rapuh.
Meski begitu, masih ada rumah yang mempertahankan atap genteng, termasuk rumah almarhum Parhan Ali, mantan Bupati Bangka Barat.
“Sekitar 40 persen warga masih menggunakan genteng,” tambah Okto.
Genteng tersebut diproduksi lokal, dahulu dicetak di pabrik Desa Air Belo yang kini sudah tidak beroperasi lagi.
Okto menyambut positif wacana program gentengisasi Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai dapat mempertahankan ciri khas rumah tradisional sekaligus membuat hunian lebih sejuk dan nyaman.
“Dari segi kenyamanan, genteng tetap pilihan terbaik,” katanya.
Sejak Abad ke-18
| Pulau Sunyi di Belitung Jadi Jalur Narkoba, 46 Kg Sabu Ditemukan Sebulan |
|
|---|
| Kades Jada Bahrin Lelah, Pilih Mundur dari Jabatan Gegara Tak Sanggup Lagi Tertibkan Tambang Ilegal |
|
|---|
| Cerita WNI Saat Konflik Iran Memanas, Dentuman Bom dan Evakuasi Darat 9 Jam |
|
|---|
| Masyarakat Jangan Panik, Stok BBM dan LPG di Babel hingga Lebaran Dipastikan Aman |
|
|---|
| Sawah di Desa Serdang jadi Kebun Sawit, Petani Kaget Ratusan Hektar Lahan Beralih Fungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Bangka-Pos-Cetak-1222026.jpg)