Senin, 18 Mei 2026

Tribunners

Mengapa Anak Usia 10 Tahun Harus Ditegaskan dalam Salat? 

Salat menanamkan kesadaran bahwa hidup ini memiliki pusat: hubungan dengan Allah. Tanpa pusat itu, manusia mudah kehilangan arah

Tayang:
Editor: suhendri
Dokumentasi Ika Dewi Fitria Maharani
Ika Dewi Fitria Maharani, M.Pd. - Pengajar di Pondok Pesantren Qur’an CAHAYA, Toboali 

Anak yang terbiasa bangun untuk salat akan lebih mudah bangun untuk tanggung jawab. Anak yang terbiasa menghentikan permainan demi salat akan lebih mudah menahan diri dari hal yang haram. Semua itu berawal dari kebiasaan kecil yang ditegakkan dengan serius.

Sebuah renungan untuk orang tua

Ramadan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah pribadi, tetapi juga tentang memperbaiki pola pendidikan di rumah. Apakah kita sudah cukup konsisten? Apakah kita hanya menyuruh, atau juga memberi contoh? Apakah ketegasan kita lahir dari kasih sayang, atau dari emosi sesaat?

Menekankan salat pada anak usia 10 tahun bukan tindakan keras. Ia adalah investasi karakter. Ia adalah cara Islam mengajarkan bahwa sebelum anak menghadapi badai kehidupan, ia harus punya jangkar. Dan jangkar itu bernama salat.

Jika fondasi ini kokoh, maka ketika masa balig datang dengan segala gejolaknya, anak tidak akan mudah hanyut. Ia telah terbiasa kembali kepada Allah lima kali sehari. Ia telah belajar bahwa tidak semua keinginan harus dituruti.

Di bulan Ramadan ini, mungkin inilah refleksi terpenting bagi orang tua: mendidik salat bukan hanya membentuk kebiasaan ibadah, tetapi membangun kekuatan jiwa yang akan menjaga anak sepanjang hidupnya. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved