Jumat, 24 April 2026

Berita Bangka Selatan

Dinkes Bangka Selatan Tegaskan Menu Kering MBG Harus Ada Sertifikat PIRT

Setiap menu MBG diwajibkan memiliki sertifikat izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) guna menjamin keamanan dan kelayakan konsumsi.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Ervina. 

Dari hasil pemantauan, ditemukan beberapa paket menu Ramadan yang tidak memenuhi standar Angka Kecukupan Energi (AKE) yang telah ditetapkan.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu terdapat menu yang menyajikan ubi jalar ungu dikombinasikan dengan keju dan susu kental manis, kemudian dilengkapi susu UHT serta kurma. 

Paket tersebut dinilai melebihi standar energi yang seharusnya. Untuk porsi besar mencapai 636 AKE, sedangkan porsi kecil mencapai 396 AKE. Kondisi ini justru melebihi kebutuhan yang ditetapkan.

Ervina juga mengingatkan bahwa menu Ramadan tidak harus selalu berupa roti. Menurutnya, dari sisi berat dan kandungan gizi, roti tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan energi yang ditentukan.

“Roti kalau ditimbang beratnya hanya sekitar 25 sampai 35 gram. Secara otomatis tidak bisa memenuhi AKE,” sebutnya.

Selain komposisi menu, proses pemorsian makanan juga harus diperhatikan secara serius oleh tim relawan dan pengelola SPPG.

Hal ini penting karena program tersebut menyangkut kebutuhan banyak orang dan dapat menimbulkan keluhan jika kualitasnya tidak sesuai.

Jika satu komponen tidak terpenuhi, pengelola SPPG yang akan dikomplain oleh masyarakat. Bahkan bisa diunggah ke media sosial dan menjadi viral.

Ia juga mengingatkan agar menu makanan tidak monoton, seperti pemberian kacang goreng secara berulang kepada penerima manfaat.

Jika bahan baku tertentu tidak tersedia, penyedia disarankan menggantinya dengan bahan lain yang memiliki nilai gizi serupa.

“Ahli gizi sudah menyusun menu. Akuntan dan kepala SPPG juga harus membantu memastikan bahan baku tersedia. Kalau tidak ada, bisa diganti dengan jenis kacang lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ervina juga menekankan pentingnya memperhatikan kebersihan, termasuk penggunaan air dalam proses pencucian wadah makanan atau ompreng.

Kebersihan peralatan makan dinilai berpengaruh langsung terhadap kesehatan penerima manfaat. 
Penggunaan air harus diperhatikan karena berpengaruh terhadap kebersihan ompreng. 

“Jangan sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB) akibat alat makan yang tidak higienis,” kata Ervina

Sarankan Ahli Gizi Urus SIP 

Sumber: bangkapos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved