Berita Pangkalpinang
KPPG Tinjau MBG di SLB Negeri 31, Tekankan Menu Aman dan Tepat bagi Siswa
Perbedaan kebutuhan siswa menjadi perhatian utama, mulai dari alergi makanan hingga pola konsumsi yang harus diawasi ketat...
Penulis: Erlangga | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana ruang kelas di SLB Negeri 31 Pangkalpinang tampak Anak-anak berkebutuhan khusus menunjukkan beragam kondisi dan kemampuan. Sebagian siswa sudah mampu makan secara mandiri, sementara lainnya masih membutuhkan pendampingan dari guru.
Dalam proses makan, ada siswa yang terlihat fokus dan tenang, namun ada pula yang mudah terdistraksi hingga berlarian serta berteriak. Di Ruangan kelas yang penuh warna, gambar bahkan mainan Interaksi antara guru dan siswa pun berlangsung intensif. Guru kerap memberikan arahan secara langsung, baik melalui ucapan maupun gestur, untuk membantu anak memahami instruksi sederhana seperti cara makan atau duduk dengan benar.
Di balik aktivitas tersebut, tersimpan perhatian besar terhadap kebutuhan mereka anak-anak dengan kondisi khusus yang tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga asupan gizi yang tepat dan aman.
Kondisi ini menjadi bagian dari peninjauan yang dilakukan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang wilayah kerja Provinsi Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jambi, Dr. Nurya Hartika Sari saat mengunjungi SLB Negeri 31 Pangkalpinang.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari peninjauan langsung, evaluasi, serta pemberian masukan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.
“Secara keseluruhan sudah berjalan dengan sangat baik. Ke depan kami harapkan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa kendala. Dari SPPG juga harus memastikan kebutuhan khusus anak-anak, terutama terkait alergi makanan, benar-benar diperhatikan,” katanya kepada Bangkapos, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, siswa di SLB memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan sekolah umum, baik dari sisi distribusi, pengolahan makanan, hingga pemilihan menu.
“Di SLB ini tentu berbeda dengan sekolah reguler. Anak-anak memiliki kebutuhan yang sangat beragam, baik dari sisi jenis makanan, pola konsumsi, hingga kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, mulai dari proses pengolahan, pemilihan menu, hingga pendistribusian harus benar-benar diperhatikan secara detail,” katanya.
Nurya menekankan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa, termasuk keamanan dan kesesuaian dengan kondisi masing-masing anak.
“Kami menekankan kepada SPPG agar benar-benar melakukan pendataan dan pengawasan yang ketat, terutama terkait alergi makanan maupun kebutuhan khusus lainnya. Jangan sampai ada makanan yang justru tidak sesuai atau berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak-anak,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, KPPG juga memberikan catatan terkait distribusi makanan, khususnya soal ketepatan waktu agar tidak mengganggu jadwal belajar siswa.
“Ada masukan agar distribusi di sekolah, terutama di SLB Negeri 31 ini, lebih diperhatikan dari sisi waktu. Jangan sampai terlambat karena di sini ada pembagian jadwal pagi dan siang,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SLB Negeri 31 Pangkalpinang, Tri Purwanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program MBG yang dinilai sangat membantu siswa.
“Alhamdulillah anak-anak kami sangat antusias dan senang dengan program MBG ini. Menu-menunya juga cocok untuk mereka. Kami hanya bisa menyampaikan terima kasih,” katanya.
Ia menambahkan, sejak awal kerja sama dengan pihak SPPG, sekolah telah melakukan pendataan terhadap kondisi masing-masing siswa, termasuk alergi dan preferensi makanan.
| Tim ORADO Bangka Belitung Raih Prestasi di Kejurnas |
|
|---|
| Penyalahgunaan BBM Subsidi, Satpolairud Polresta Pangkalpinang Amankan Ratusan Liter Solar |
|
|---|
| Wagub Babel Hellyana Menanti Putusan 11 Mei, PH Yakin Kliennya Tak Bersalah: Justru Sebagai Korban |
|
|---|
| JPU Masih Pikir-pikir dan Lapor Pimpinan Usai Vonis Ringan 5 ASN BWS Babel |
|
|---|
| Vonis Korupsi SDA Rp30,4 M, 5 ASN BWS Babel Divonis 1 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260408-PENINJAUAN-MBG-KPPG-melakukan-Peninjuan-kepada-1.jpg)