Dampak Kenaikan Harga BBM di Babel
Antrean Pertamax Dex dan Dexlite di Beberapa SPBU Babel Lengang, Jalur BBM Subsidi Ramai
Jalur pengisian Pertamina Dex dan Dexlite di beberapa SPBU wilayah Babel tampak lengang tanpa antrean setelah harga BBM nonsubsidi naik.
Aming menilai kenaikan ini dipengaruhi faktor global seperti harga minyak dunia dan nilai tukar dolar AS.
Meski stok mencapai 2.600 liter dan dinyatakan aman, penurunan daya beli menjadi persoalan utama.
Pasrah
Fenomena serupa terjadi di SPBU Desa Padang, Manggar, Kabupaten Belitung Timur.
Kepala pengelola SPBU, Jumhari, menyebut kenaikan harga Dexlite hingga hampir Rp10.000 per liter membuat jalur pengisian sepi.
“Antreannya kosong sekarang. Tidak ada yang isi Dexlite, padahal baru tadi malam naik,” ujarnya.
Menurutnya, stok sekitar 17 ton kemungkinan terserap lebih lambat karena pelanggan industri mulai mengurangi
pembelian.
Ia juga mengkhawatirkan dampak lanjutan terhadap biaya transportasi dan distribusi barang.
“Pengaruhnya jelas ke pembelian, tapi kami hanya menjalankan kebijakan dari pusat,” katanya.
Kondisi penurunan konsumsi juga terjadi di Perta Shop Jembatan 12, Kota Pangkalpinang.
Perwakilan pengelola, Damar, menyebut penjualan Dexlite turun drastis dari sekitar 300 liter per hari menjadi di bawah 100 liter.
“Biasanya omzet Rp4 juta, sekarang sekitar Rp1,5 juta. Banyak konsumen tidak jadi beli karena harganya tinggi,” ujarnya.
Pantauan di SPBU Kampung Keramat, Pangkalpinang, juga menunjukkan minimnya pembeli di jalur Dexlite.
Dalam rentang waktu pagi, tidak terlihat kendaraan yang melakukan pengisian, meski BBM jenis lain terbatas.
Distribusi Lancar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/antrean-BBM-di-SPBU-Desa-Gadung-Toboali-sepi.jpg)