Berita Pangkalpinang
TPID Pangkalpinang Perkuat Pengendalian Inflasi, Harga Minyak Goreng hingga Gula Naik
Kenaikan harga minyak goreng, beras, dan gula jadi perhatian. Pemkot Pangkalpinang siapkan strategi pengendalian inflasi, termasuk ...
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi di tengah dinamika kenaikan harga sejumlah komoditas pokok.
Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dirangkaikan dengan pembahasan dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah serta penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bersama Kementerian Dalam Negeri dan kementerian/lembaga terkait. Kegiatan tersebut digelar secara virtual di Smart Room Center, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026).
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Rico Ariputra, mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas di Pangkalpinang mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Komoditas yang terdampak di antaranya minyak goreng, beras, dan gula pasir.
"Beberapa komoditas kita mengalami kenaikan, terutama minyak goreng, beras, dan gula pasir. Ini salah satunya dipicu oleh naiknya harga bahan plastik yang berdampak pada biaya kemasan," ujar Rico kepada awak media, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku plastik turut memberi efek berantai terhadap biaya distribusi dan kemasan produk, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.
Meski demikian, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga. Salah satunya melalui pemantauan intensif terhadap distribusi bahan pokok maupun bahan pendukung seperti plastik.
"Upaya pemerintah saat ini adalah memonitor terus distribusi bahan pokok, bahan plastik, dan lainnya, sehingga mampu menekan atau mengintervensi agar harga kembali stabil," jelasnya.
Rico menambahkan, secara umum kondisi inflasi di Pangkalpinang masih dalam kategori terkendali. Namun, terdapat sejumlah komoditas yang menjadi perhatian khusus, yakni cabai dan bawang, yang hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
"Untuk Pangkalpinang, inflasi masih terjaga. Namun cabai dan bawang menjadi perhatian karena kita masih mengandalkan pasokan dari luar daerah," ungkapnya.
Sebagai langkah strategis ke depan, Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana menjalin kerja sama antar daerah penghasil komoditas, seperti Brebes dan Solok. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi dan menekan fluktuasi harga, terutama saat terjadi keterbatasan pasokan akibat faktor musim.
"Kami akan mencanangkan kerja sama dengan daerah penghasil seperti Brebes dan Solok agar distribusi bisa dilakukan secara langsung. Dengan begitu, tidak bergantung pada musim panen dan dapat menekan harga melalui konsolidasi antar pemerintah daerah," tutur Rico. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Hellyana Tunggu Putusan, Penasihat Hukum Tegaskan Kliennya Tak Terbukti |
|
|---|
| Lima ASN BWS Babel Hadapi Vonis Kasus Korupsi Rp30,4 Miliar di PN Pangkalpinang |
|
|---|
| Awal Mula Warga Kelapa Merasa Ditipu Nyaris Rp1 Miliar Usai Terima Ajakan Bisnis Reklame 2024 Lalu |
|
|---|
| Antisipasi Banjir, Pemkot Pangkalpinang Genjot Normalisasi Sungai di Titik Rawan |
|
|---|
| Balai POM Pangkalpinang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan yang Transparan dan Akuntabel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260427-RAKOR-Rapat-koordinasi-pengendalian-inflasi-yang-123.jpg)