Selasa, 5 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

UMKM Bermunculan di Pangkalpinang, Bukti Generasi Muda Berani Terjun ke Dunia Usaha

Menjamurnya UMKM juga mencerminkan keterbatasan lapangan kerja formal yang belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal.

Tayang:
Penulis: Erlangga | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Erlangga
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani, menilai menjamurnya UMKM kuliner di Pangkalpinang menjadi sinyal positif tumbuhnya kewirausahaan, namun sekaligus mencerminkan terbatasnya lapangan kerja formal serta ketatnya persaingan usaha yang menuntut inovasi dan daya saing pelaku UMKM, Kamis (23/4/2026). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Maraknya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner di Kota Pangkalpinang, menjadi fenomena yang tak luput dari perhatian kalangan akademisi.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Dr. Devi Valeriani, melihat geliat tersebut sebagai potret dinamika ekonomi yang memiliki dua sisi.

Di tengah ramainya angkringan dan lapak kuliner yang bermunculan, ia menilai ada semangat baru yang tumbuh, terutama dari kalangan generasi muda yang mulai berani terjun ke dunia usaha.

“Saya melihat ini sebagai hal positif. Banyak anak muda yang mulai berani membuka usaha dan tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal,” katanya saat dibincangi Bangka Pos, Kamis (23/4).

Namun, di balik optimisme itu, terdapat realitas lain yang tidak bisa diabaikan.

Menurutnya, menjamurnya UMKM juga mencerminkan keterbatasan lapangan kerja formal yang belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal.

“Ketika peluang kerja formal terbatas, masyarakat mencari alternatif dengan berwirausaha. Jadi ini juga menjadi sinyal bahwa sektor formal belum sepenuhnya menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya persaingan, terutama di sektor kuliner yang relatif mudah dimasuki.

Banyaknya pelaku usaha membuat pasar menjadi padat, sehingga tidak semua mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Yang buka memang banyak, tapi yang tutup juga perbandingan 2 dari 4 usaha yang tutup.

Persaingannya tinggi, dan pelaku usaha harus benar-benar punya daya saing,” katanya.

Dalam situasi seperti ini, Devi menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas sebagai kunci keberlangsungan usaha.

Tanpa diferensiasi yang jelas, pelaku UMKM akan sulit mempertahankan pelanggan, terlebih dengan karakter konsumen yang semakin dinamis.

“Mereka harus punya keunikan, harus berbeda. Karena konsumen sekarang, terutama generasi muda, sangat dinamis dan mudah berpindah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan UMKM perlu diiringi dengan strategi ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved