Berita Bangka Belitung
DPRD Babel Minta Transfer Royalti Timah dari Pusat Dipercepat
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Eddy Iskandar, menyebut besaran royalti timah 2025 tidak berubah karena telah ditetapkan sejak ...
Penulis: Riki Pratama | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, mengatakan besaran royalti timah untuk tahun 2025 tidak mengalami perubahan karena telah ditetapkan sejak akhir tahun 2024 lalu.
Menurut Eddy, hal yang kini menjadi perhatian DPRD adalah percepatan realisasi transfer dana royalti dari pemerintah pusat ke daerah.
"Royalti timah tidak ada angka perubahan, karena sudah ditetapkan di akhir tahun kemarin. Berapa jumlah yang bisa diterima daerah, di tahun 2025 diterima di 2026, Tinggal bagaimana mengupayakan itu segera ditransfer dari pusat ke daerah," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Senin (18/5/2026) di kantor DPRD Babel.
Ia menjelaskan, jumlah penerimaan royalti timah untuk tahun berikutnya masih belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada volume penjualan timah dari daerah.
"Tahun depan kita belum tahu berapa dapatnya, karena tergantung dari volume penjualan," ujarnya.
Politisi Golkar ini berharap, realisasi transfer royalti dari pusat ke daerah dapat berjalan lebih cepat. Sehingga bisa membantu penguatan fiskal daerah dan mendukung pembangunan di Bangka Belitung.
Selain itu, ia juga berharap volume penjualan timah dari daerah meningkat agar penerimaan royalti ke depan ikut mengalami kenaikan.
"Agar realisasi segera ditransfer pusat ke daerah dan mudah-mudahan volume penjualan dari daerah naik, sehingga penerimaan royalti juga meningkat,"tutupnya.
Diketahui, pendapatan royalti timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan pada 2025.
Dari sebelumnya mencapai Rp 82 miliar pada 2024, turun Rp 21 miliar, menjadi Rp 61 miliar di 2025.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Babel optimistis penerimaan royalti timah bakal kembali meningkat pada 2026.
Seiring membaiknya tata kelola pertambangan timah, meningkatnya harga timah, dan aktivitas produksi serta ekspor timah.
"Untuk dana bagi hasil ini, kalau yang real sudah kita terima 2024 sebesar Rp 82 miliar dan di 2025 turun menjadi Rp 61 miliar,"kata Kepala Bakuda Pemprov Babel, Yunan Helmi.
Menurut Yunan, kondisi komoditas timah yang semakin membaik saat ini, diharapkan dapat berdampak pada peningkatan royalti dari PT Timah pada 2026.
"Kita ketahui untuk Babel sektor yang dominan membantu pertumbuhan ekonomi, adalah pertambangan. Bagaimana pun kita belum bisa lepas sepenuhnya dari tambang ini,"katanya.
| Dosen UBB Sebut Tren Kurban Sapi Premium Kini Dipengaruhi Gaya Hidup dan Citra Sosial |
|
|---|
| DPKP Babel Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak Jelang Iduladha 1447 H |
|
|---|
| 149 Penderita Thalassemia Terdata di Babel, Didominasi Anak-anak, Kenali Penyebab, Ini RS Rujukannya |
|
|---|
| Si Boy Sapi Presiden Prabowo dari Bangka Barat Viral, Sosok Hendri Peternak Sederhana Jadi Sorotan |
|
|---|
| Gubernur Babel Dukung KDMP dapat Majukan Ekonomi Daerah, Semua Usaha Baik Asal Amanah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260518-Wakil-Ketua-DPRD-Provinsi-Bangka-Belitung-Eddy-Iskandar.jpg)