Jumat, 22 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Kenaikan Harga Beras dan Sapi, Pemkab Basel Waspadai Lonjakan Pangan di Tengah Melemahnya Rupiah 

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Rusaidah
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
BERBELANJA – Sejumlah masyarakat ketika hendak membeli kebutuhan bahan pokok di Pasar Terminal Toboali, Kamis (21/5/2026). Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kini mulai mengantisipasi lonjakan kenaikan harga beras dan daging sapi.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok akibat pengaruh ekonomi nasional dan global. 

Sejumlah faktor seperti pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya distribusi, hingga gejolak harga komoditas dunia dinilai berpotensi memicu kenaikan harga pangan di daerah. 

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pun diminta menyiapkan langkah strategis agar dampak inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda bilang, pemerintah daerah mulai memetakan sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat. 

Baca juga: Pemkab Basel Desak Kades Aktif Inventarisasi Aset Desa, Konflik Luas Lahan yang Terus Berkurang

Tren kenaikan harga di beberapa daerah sudah mulai terlihat, terutama pada komoditas beras dan daging sapi. 

Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya produksi dan distribusi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Saat ini kami mulai mengantisipasi terjadinya lonjakan harga yang terjadi secara nasional maupun global,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, TPID Bangka Selatan melihat adanya potensi kenaikan harga beras yang dipicu berbagai faktor eksternal. 

Selain biaya distribusi yang meningkat akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, lonjakan harga plastik kemasan ikut mempengaruhi biaya produksi pangan akibat gejolak geopolitik.

Di sisi lain, harga gabah di tingkat petani turut mengalami kenaikan sehingga berdampak pada harga jual beras di pasaran. 

Beberapa daerah di Indonesia bahkan sudah mengalami kenaikan harga beras meski stok pangan masih tersedia cukup banyak.

Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi daya beli masyarakat yang mulai melemah sehingga memicu ketidakseimbangan pasar. 

Basel Daerah Penghasil Beras 

Meski demikian, Bangka Selatan dinilai masih memiliki keuntungan karena menjadi daerah penghasil beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Baca juga: Pertama Masa Jabatan 5 Tahun, 710 RT dan 228 RW se-Pangkalpinang Dilantik, Terdepan Layani Warga

Saat ini harga beras premium masih berada pada harga Rp77 ribu per lima kilogram dan beras medium Rp72 ribu per lima kilogram.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved