Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Kenaikan Harga Beras dan Sapi, Pemkab Basel Waspadai Lonjakan Pangan di Tengah Melemahnya Rupiah 

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Rusaidah
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
BERBELANJA – Sejumlah masyarakat ketika hendak membeli kebutuhan bahan pokok di Pasar Terminal Toboali, Kamis (21/5/2026). Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kini mulai mengantisipasi lonjakan kenaikan harga beras dan daging sapi.  

“Beruntungnya Kabupaten Bangka Selatan adalah produsen beras, Insya Allah masih bisa dijaga,” jelas Hefi Nuranda.

Kenaikan Harga Daging Sapi

Selain beras lanjut dia, pemerintah daerah juga mewaspadai potensi kenaikan harga daging sapi dalam beberapa bulan ke depan. 

Kenaikan harga sapi secara global dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat harga sapi impor dari Australia ikut terdorong naik. 

Dampaknya diperkirakan akan dirasakan hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bangka Selatan. 

Saat ini harga daging sapi berkisar Rp150 ribu per kilogram, tetelan Rp140 ribu per kilogram dan lamur Rp80 ribu per kilogram.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah mulai mengoptimalkan potensi peternak dan produsen lokal. 

Baca juga: Awal Mula Pria Palsukan Audit Akuntan Publik di Babel, Ditunjuk AK Law Firm, Tak Berlisensi Auditor

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan telah diminta turun langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan produksi pangan dan peternakan daerah. 

Langkah itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski terjadi gejolak harga secara nasional maupun global.

“Kita akan optimalkan peternak-peternak lokal kita untuk mengantisipasi lonjakan harga daging sapi,” sebut Sekda.

Kata Hefi Nuranda, pemerintah daerah terus memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas strategis yang diperkirakan mengalami kenaikan harga. 

Pengawasan distribusi dan pemantauan stok pangan juga diperketat agar pasokan tetap tersedia di pasaran. 

Berdasarkan neraca pangan daerah, stok kebutuhan pokok di Bangka Selatan masih dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan mendatang.

“Insya Allah kebutuhan pokok masyarakat aman, dari neraca pangan stok pangan kita juga aman sampai dua bulan ke depan,” pungkas Hefi Nuranda. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved