Berita Bangka Selatan
Petani Karet di Bangka Selatan Semringah, Harga Getah Naik Rp14.500 per Kilogram
Harga jual getah karet di Kabupaten Bangka Selatan mulai mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Suara jangkrik bersahut-sahutan mengiringi langkah Mulyadi (52) di antara deretan pohon karet yang berdiri rapat di kebunnya, Senin (1/6/2026) siang.
Dengan topi hitam lusuh yang menutupi kepala, ia perlahan menggores batang karet menggunakan pisau sadap di tangan kanan.
Sayatan itu dilakukan hati-hati agar getah dapat mengalir lancar ke wadah kecil yang tergantung di batang pohon.
Di tengah suasana kebun yang sunyi, hanya terdengar gesekan pisau dengan kulit kayu dan desir angin yang menggoyangkan dedaunan.
Sesekali suara burung liar memecah kesunyian, berpadu dengan aroma khas kebun yang lembap setelah beberapa hari cuaca mulai panas.
Bagi Mulyadi, pagi hingga siang di kebun adalah rutinitas yang sudah dijalani bertahun-tahun demi menghidupi keluarga dari hasil getah karet.
Keringat tampak membasahi wajah dan kausnya yang mulai usang, namun tangannya tetap lincah menyadap satu per satu batang karet.
Di balik kesederhanaannya, Mulyadi menyimpan harapan besar agar harga karet tetap membaik setelah sempat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir.
Setiap tetes getah yang jatuh dari batang pohon menjadi penanda perjuangan petani karet yang bertahan di tengah mahalnya pupuk dan ancaman hama.
Mulyadi mengatakan saat ini harga jual getah karet di Kabupaten Bangka Selatan mulai mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir.
Kenaikan harga tersebut membawa angin segar bagi petani setelah sebelumnya harga karet sempat berada di titik rendah.
Dari sebelumnya berkisar Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogram, harga karet kini mencapai Rp14.500 per kilogram atau naik sekitar 31-45 persen.
“Kalau bulan ini ada kenaikan dari Rp12.000 ke Rp14.500 per kilo dan kenaikan ini sudah sekitar satu bulan,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Menurutnya kenaikan harga tersebut cukup membantu petani untuk memenuhi kebutuhan operasional kebun, terutama pembelian pupuk yang harganya terus meningkat.
Mulyad tak tahu pasti penyebab kenaikan harga, menurutnya kemungkinan dipengaruhi berkurangnya produksi karet di daerah itu. Sebab, kini banyak masyarakat mulai beralih menanam kelapa sawit.
| Tujuh Pejabat Lulus Seleksi Administrasi Jadi Kadis Dukcapil Bangka Selatan, Ada Camat hingga Kabag |
|
|---|
| Pemkab Basel Wajibkan ASN Lengkapi Data untuk Penerapan Manajemen Talenta |
|
|---|
| Pemkab Basel Hapus Lelang Jabatan, Promosi ASN Berbasis Mantel |
|
|---|
| Pejabat Basel Terancam Dicopot, Warning Bupati Riza Herdavid Tak Main-main Jika ASN Tak Becus Kerja |
|
|---|
| Riza Herdavid Siapkan Pelantikan Besar Lanjutan, ASN Bangka Selatan Bakal Kembali Dirombak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260601-GETAH-KARET.jpg)