Tribunners
Menulis Itu Menyenangkan dan Kebutuhan
Menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan sama saja menjadikan menulis sebagai suatu yang herus dipenuhi.
Oleh karena itu, mari kita jadikan menulis sebagai suatu yang menyenangkan dan sebuah kebutuhan. Ayo kita tulis semua yang ada di sekitar kita. Menulis sederhana dahulu baru perlahan-lahan membenahi diri dan menjadi penulis profesional, karena menulis itu seseungguhnya bukan sebuah bakat, melainkan kebiasaan yang terlatih.
Artinya menulis itu bisa dipelajari dan dilatih oleh semua orang atau dengan kata lain bahwa siapa pun pasti akan bisa menulis selagi punya kemauan dan ketekunan. Tentu awalnya harus dipaksakan, tapi perlahan-lahan akan menjadi suatu kebiasaan dan seterusnya akan menjadi sebuah kebutuhan.
Untuk menutup tulisan ini, mari sama-sama kita maknai kata-kata mutiara dari beberapa ahli berikut ini: “Menulis merangsang pemikiran, jadi saat Anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis” (Barbara), “Usahakan menulis setiap hari. Niscaya kulit Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa” (Fatimah Mernissi),
“Untuk menjadi penulis, yang dibutuhkan hanyalah kemauan keras untuk menulis dan kemudian mempraktikkannya, orang yang hanya mempunyai kemauan untuk menulis, namun tidak pernah melakukannya, maka ia sama saja dengan bermimpi untuk memiliki mobil, tanpa ada usaha keras untuk memilikinya” (Stephen King). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250930_Syamsul-Bahri.jpg)