Inilah Tampang Kompol C dan 6 Anggota Brimob Polda Metro yang Lindas Ojol Affan dengan Rantis

Saat ditampilkan, ketujuh anggota Brimbob nampak menggunakan baju tahanan berwarna hijau dengan kalimat punggung Titipan Divpropam Polri.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
Tangkapan layar
TAMPANG 7 ANGGOTA BRIMOB -- Divisi Propam Polri menampilkan tujuh anggota Brimob, kasus kematian driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21), tampak menunduk tatapan kosong 

"Seandainya diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Prabowo. 

Dalam situasi seperti ini, Prabowo juga mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang dipimpinnya.

"Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tidak lanjuti."

"Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada agar unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat. Tidak menguntungkan masyarakat. Tidak menguntungkan bangsa kita," terang Prabowo.

Prabowo menuturkan bahwa bangsa Indonesia saat ini berbenah diri.

"Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga semua kekuatan semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan. 

Kita akan menjadi bangsa yang maju kita akan menjadi bangsa yang mandiri yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain. 

Untuk itu kita harus waspada, kita harus tenang dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah silahkan untuk disampaikan, kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki. 

Saya kira itu pesan saya Terima kasih," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas usai dilindas mobil rantis milik Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam, di sekitaran Pejompongan, Jakarta, dalam rangkaian demonstrasi massa. 

Selain driver ojol yang ditabrak polisi hingga tewas, diketahui ada juga pengemudi ojek online yang terluka. 

Driver itu bernama Moh Umar Amarudin.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas peristiwa seorang driver ojek online (ojol) terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo ricuh di Jakarta.

"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam dalamnya, saat ini kami sedang mencari keberadaan korban," kata Sigit dalam keterangannya, dilansir dari youtube Kompas TV, Kamis (28/8/2025) malam.

Mantan Kabareskrim Polri ini sangat menyesali bisa terjadinya peristiwa tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved