Resonansi
Saat Jenderal Dipensiunkan Dini
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memensiunkan dini Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George.
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Ade Mayasanto, S.Pd., M.M.
Editor in Chief
Bangka Pos/Pos Belitung
ESKALASI perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tak hanya panas di Teluk.
Sebulan lebih perang berlangsung di Timur Tengah, mendadak Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memensiunkan dini Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George.
Tak ada penjelasan resmi. Namun, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menorehkan catatan kecil di X pada Kamis, 2 April 2026.
"Jenderal Randy George akan pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, efektif segera. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa pensiun," tulis Sean Parnell.
Begitulah Pentagon membahasakan peristiwa tersebut. Randy George jelas dipensiunkan dalam bahasa kekuasaan. Kata kerja yang halus untuk sebuah keputusan yang mungkin keras. Sebab, Pete Hegseth tidak sendirian. Di belakangnya, bayang yang lebih besar membersamainya, yakni Presiden AS Donald Trump.
Peristiwa ini sekaligus menjadi penanda bahwa perang bukan sekedar hilang nyawa. Dalam perang, soal kepastian juga menjadi tanda tanya.
Kita tidak pernah tahu apakah seorang jenderal jatuh karena strategi yang gagal, loyalitas yang salah atau sekedar karena salah berdiri di waktu yang tak tepat. Sebab, ada sederet dugaan yang menjadi latar George terkena pensiun dini.
Dari rangkaian perombakan sebelumnya, George diduga tidak sejalan dengan proyek Hegseth untuk mengendalikan promosi, struktur dan kepemimpinan militer negeri Uwak Sam. Ada juga yang menduga kedekatan George dengan Llyod Austin disebut-sebut sebagai beban.
Untuk diketahui, Lloyd Austin adalah seorang jenderal purnawirawan Angkatan Darat Amerika Serikat yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan AS ke-28 (2021–2025) di bawah Presiden Joe Biden.
Ia lahir pada 8 Agustus 1953 di Alabama dan memiliki karier militer panjang lebih dari 40 tahun. Austin dikenal sebagai perwira dengan pengalaman tempur dan komando strategis yang luas, terutama di Timur Tengah.
Austin dikenal sebagai sosok yang relatif tenang, profesional, dan tidak terlalu politis dibanding beberapa pejabat pertahanan lainnya. Namun, posisinya tetap sangat strategis karena ia berada di persimpangan antara militer dan kebijakan politik luar negeri AS.
Kedekatannya dengan kalangan pemerintahan sebelumnya, terutama dengan Presiden Biden, membuatnya menjadi figur penting dalam jaringan elite pertahanan AS.
Kembali ke nasib George. Dalam politik, kedekatan dengan Austin ini bisa menjadi ambigu. Ia bisa menjadi modal, atau alasan George untuk disingkirkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ade-Mayasanto.jpg)