Minggu, 19 April 2026

Video

Video: Iran Tembak 2 Jet Tempur AS, Satu Awak Masih Dicari

Dua pejabat AS menyebutkan bahwa dari dua awak F-15E, satu berhasil dievakuasi, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

BANGKAPOS.COM -- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah dilaporkan dua jet tempur AS jatuh dalam satu hari pada Jumat (3/4/2026).

Salah satu pesawat yang dilaporkan ditembak jatuh adalah A-10 Thunderbolt II atau yang dikenal dengan julukan “Warthog”.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, pilot pesawat tersebut disebut berhasil selamat dari insiden.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle di wilayah Iran.

Dua pejabat AS menyebutkan bahwa dari dua awak F-15E, satu berhasil dievakuasi, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Baca juga: Almuzzammil Yusuf Ingatkan Pentingnya Bersinergi untuk Membangun Peradaban Bangsa

Hingga kini, operasi penyelamatan terhadap awak yang hilang terus dilakukan oleh pihak militer AS.

Dari pihak Iran, laporan media penyiaran IRIB menyebut sistem pertahanan udara IRGC mengonfirmasi insiden tersebut. Bahkan, sejumlah media yang dekat dengan otoritas keamanan Iran turut menyebarkan foto puing-puing pesawat yang diklaim sebagai bukti.

Jatuhnya dua jet tempur modern dalam waktu berdekatan memunculkan tanda tanya besar terkait kekuatan militer Iran. Apakah benar kemampuan militernya telah melemah seperti yang sebelumnya diklaim?

Situasi di lapangan justru tampak berbeda dari pernyataan optimistis Presiden AS, Donald Trump. Dalam pidato televisi pada Rabu (1/4/2026), Trump menyampaikan:

“Malam ini, angkatan laut Iran telah musnah. Angkatan udara mereka hancur lebur.”

Namun, insiden terbaru ini justru menunjukkan bahwa Iran masih memiliki sistem pertahanan udara yang cukup efektif dalam menghadapi serangan.

Kehilangan dua pesawat tempur dalam satu hari juga dinilai menjadi pukulan tersendiri bagi militer AS, baik dari sisi operasional maupun moral.

Sementara itu, laporan intelijen terbaru menyebutkan bahwa sebagian kekuatan militer Iran masih utuh. Sekitar setengah peluncur rudal serta ribuan drone kamikaze disebut masih aktif dan siap digunakan.

“Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah,” kata salah satu sumber dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Selain itu, sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran juga dilaporkan masih dalam kondisi operasional, yang berarti ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved