Jumat, 1 Mei 2026

Menyapa Nusantara

Inovasi Program MBG di Kota Malang, SPPG Hidangkan Menu Prasmanan

Penyediaan makanan MBG oleh SPPG Sukun Gadang 2 Kota Malang tidak menggunakan ompreng pada umumnya, tapi dihidangkan secara prasmanan.

Tayang:
Editor: Fitriadi
ANTARA
MBG PRASMANAN - Siswa antre mengambil menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang disiapkan secara prasmanan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN 2) Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026).  

"Kami harus mencoba, saling bersinergi mendukung program pemerintah dalam bentuk MBG ini," kata Imam.

Dukung MBG Prasmanan

Murid MIN 2 Kota Malang kompak mendukung penerapan MBG prasmanan ini karena mampu menghadirkan suasana berbeda, yakni siswa bisa mengambil menu, sesuai dengan porsi makan sehari-hari, tetapi tetap diawasi oleh tim pemorsian dari SPPG tersebut, sehingga makanan tetap sesuai standar gizi.

Dukungan keberlanjutan MBG prasmanan ini muncul karena memiliki rasa yang enak, tak jauh berbeda dengan paket makanan yang dibagikan melalui model ompreng.

"Saya menginginkan ada lagi ya, menurutku, semoga MBG ini bisa dilanjutkan dengan prasmanan," ucapnya.

Yusuf, salah satu orang tua pelajar, menyampaikan MBG prasmanan merupakan konsep baru dan layak diterapkan, karena merupakan inovasi yang menggerakkan program tersebut.

Model itu dinilainya juga akan lebih memudahkan proses penyajian kepada anak-anak, karena penerima manfaat MBG langsung antre di satu tempat yang sama dan kemudian tidak ada makanan yang tak termakan karena para pelajar bisa menyesuaikan makanan, sesuai porsinya.

Hal serupa disampaikan wali murid lainnya, Friska Setya. Dia berharap inovasi MBG ini bisa berlanjut diterapkan, meski konteksnya masih uji coba.

Konsep itu dinilai lebih menghemat waktu dan setelah makan, anak-anak bisa langsung kembali ke kelas untuk berkonsentrasi melanjutkan jam pelajaran.

Secara keseluruhan, orang tua murid menilai bahwa model MBG ini perlu terus dievaluasi, sehingga bisa lebih sempurna ke depannya. Komponen yang perlu lebih ditata adalah persoalan waktu penerapan. 

Meskipun demikian, masing-masing orang tua memiliki pandangan berbeda, ada yang menginginkan diterapkan pagi hari saat jam istirahat pertama dan beberapa lainnya berkeinginan agar waktu pelaksanaan dari inovasi ini bisa lebih dihitung secara detail, sehingga tak sampai memengaruhi jam efektif belajar.

Ketepatan formulasi

Karena tahapan uji coba, banyak hal perlu disempurnakan agar realisasi ke depan bisa berbuah hasil memuaskan. Penyesuaian dilakukan, khususnya persoalan waktu.

Jadwal istirahat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kota Malang sekitar 15-20 menit. Sementara, ketika uji coba dilakukan butuh waktu 30 menit menjalankan MBG prasmanan, yang di dalamnya sudah termasuk hitungan estimasi, mulai dari pelajar mengantre, mengambil makanan, sampai para pelajar menghabiskan makanannya.

Evaluasi waktu menjadi pertimbangan awal. Ini juga untuk memastikan ketepatan waktu jam belajar mengajar, seusai jadwal istirahat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved