Sabtu, 2 Mei 2026

Dudung: Saya Babat Jika Tak Benar Laksanakan Program MBG

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman siap awasi dan kendalikan pelaksanaan program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman yang kini jadi Kepala Staf Presiden, saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta Kamis (4/9/2025). 

Fungsi lain dari Kantor Staf Presiden adalah bertanggung jawab atas pengelolaan strategi komunikasi politik dan diseminasi informasi, termasuk penyampaian analisis data dan informasi strategis dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan.

Selain dari fungsi-fungsi tersebut di atas, Kantor Staf Presiden dapat melakukan fungsi administrasi dan fungsi lain yang ditugaskan oleh Presiden.

Dalam pelaksanaan tugasnya Kepala Staf Kepresidenan akan dibantu oleh beberapa Deputi dan Kesekretariatan yang tugas dan tanggung jawabnya dapat dilihat di Struktur Organisasi.

Dari Loper Koran, Pimpin TNI AD, Kini Kepala Staf Presiden

Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman resmi menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Ia dilantik langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026) bersama lima pejabat lainnya.

Dudung sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional.

Perjalanan Dudung mencapai kariernya saat ini memiliki cerita panjang, dari seorang loper koran, penjual kue hingga menjadi seorang perwira tinggi TNI.

Kisahnya menjadi seorang loper koran ini pernah diceritakan Dudung saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com, dalam tayangan Beginu Sesi 2 Episode 6.

Sewaktu remaja, Dudung harus membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sebab, Ayahnya meninggal dunia saat Dudung masih SMP pada 1981.

Anak keenam dari delapan bersaudara itu harus membantu ibunya mencari uang. Dengan mengayuh sepeda, ia mengantar koran ke rumah para pelanggan sejak pukul 4 pagi.

"Sepeninggal bapak saya, ibu saya ini kan ya secara ekonomi ya namanya janda pensiunan PNS. Akhirnya untuk menopang kehidupan itu saya jualan koran, saya nganter koran, loper koran," ucap Dudung.

Selesai mengantar koran sekitar pukul 08.00, Dudung mesti membantu ibunya menjajakan kue klepon di lingkungan Kodam III/Siliwangi, Jawa Barat.

Dudung sengaja memilih sekolah di siang hari supaya ia bisa membantu ibunya.

Lantaran hampir setiap hari mengantar kue, Dudung akhirnya dikenal oleh tentara yang berjaga di depan pintu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved