Tribunners
Tunas Bangsa dan Masa Depan Indonesia Berdaulat
Kebangkitan bangsa harus dimaknai sebagai upaya bersama menjaga dan membina tunas-tunas bangsa agar mampu menjadi generasi yang berkarakter...
Banyak generasi muda yang cerdas secara teknologi, tetapi lemah dalam etika dan pengendalian diri. Akibatnya, media sosial sering berubah menjadi ruang saling menghina, merendahkan, bahkan menghancurkan karakter orang lain.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kita sedang menghadapi ancaman serius terhadap masa depan bangsa. Karena itu, menjaga tunas bangsa tidak cukup hanya melalui pendidikan formal semata.
Dibutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara dalam membentuk karakter generasi muda.
Keluarga tetap menjadi madrasah pertama bagi anak-anak. Dari keluargalah nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air mulai ditanamkan.
Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus hadir sebagai teladan moral dan spiritual bagi anak-anaknya.
Sekolah pun memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kebangsaan.
Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada nilai akademik dan angka-angka semata.
Sekolah harus menjadi ruang tumbuhnya akhlak, kreativitas, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong.
Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembimbing moral yang membantu peserta didik menemukan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Dalam perspektif yang lebih luas, menjaga tunas bangsa juga berarti menjaga kesehatan mental generasi muda.
Saat ini banyak anak dan remaja menghadapi tekanan psikologis akibat kompetisi sosial, tuntutan akademik, hingga pengaruh media digital.
Tidak sedikit generasi muda yang kehilangan arah hidup, merasa rendah diri, bahkan mengalami gangguan mental karena minimnya perhatian dan dukungan sosial.
Padahal bangsa yang besar lahir dari generasi yang sehat, baik secara fisik maupun mental.
Oleh sebab itu, membangun lingkungan yang aman, sehat, dan suportif bagi anak-anak dan remaja menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Negara harus hadir memastikan pendidikan yang berkualitas, perlindungan anak, serta akses terhadap ruang-ruang pengembangan diri yang positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Dekan-Fakultas-Sains-dan-Teknologi-UIN-Raden-Fatah-Palembang-Muhammad-Isnaini.jpg)