Sabtu, 30 Mei 2026

Sosok Prihantini, Diduga Palsukan Riset Internasional di Denmark, Alumni FMIPA ITB dan UNY

Prihantini adalah alumni program magister matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020.

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Rusaidah
Tangkapan layar akun X @ardisatriawan
PEMALSUAN RISET -- Sosok Prihantini yang diduga memalsukan riset dalam konferensi ilmiah di Kopenhagen, Denmark. Ia ternyata merupakan lulusan magister ITB dan diduga jebolan FMIPA UNY. Selain itu, Prihantini juga terkonfirmasi sebagai penerima LPDP tahun 2022. 

Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, menegaskan materi yang dipresentasikan Prihantini dalam konferensi internasional tidak berkaitan dengan aktivitas akademik maupun tesis saat menempuh studi di ITB.

“Materi yang dipresentasikan yang bersangkutan dalam konferensi internasional tak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB."

"Tesis Prihantini saat menempuh studi magister di ITB berjudul ‘Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring’,” kata Aep Patah, Kamis (28/5/2026).

Prihantini diketahui merupakan alumni program magister matematika FMIPA ITB angkatan 2020 dan telah menyelesaikan studi pada 2022.

ITB juga menegaskan dugaan tindakan manipulasi riset tersebut merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan. Kampus menghormati apabila nantinya terdapat proses hukum terkait kasus tersebut.

“Jika ada proses hukum atas tindakannya, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud. Kami tegaskan ITB berkomitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Kejanggalan Riset Prihantini

Sosok Prihantini yang tengah viral lantaran diduga melakukan pemalsuan riset dalam konferensi ilmiah yang digelar di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026 lalu.

Adapun konferensi ilmiah yang dimaksud yakni International Society of Pneumonia and Pneumococcal Disease (ISPPD) 2026.

ISPPD merupakan konferensi ilmiah global yang memiliki fokus utama di bidang penyakit pneumonia dan penyakit pneumokokal.

Forum tersebut dihadiri oleh ribuan ilmuwan hingga peneliti kesehatan yang berasal dari berbagai negara.

Dugaan skandal penelitian palsu yang melibatkan peserta asal Indonesia mencuat dalam ajang International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark pada 17 hingga 21 Mei 2026.

Kasus ini menjadi perhatian publik internasional setelah epidemiolog Indonesia yang tengah menempuh studi doktoral di University of Oxford, Wa Ode Dwi Daningrat, mengungkap berbagai kejanggalan yang ditemukannya selama konferensi berlangsung.

ISPPD dikenal sebagai salah satu konferensi ilmiah bergengsi di bidang penyakit pneumokokus. Tahun ini, acara tersebut dihadiri lebih dari 1.300 peserta dari 86 negara.

Namun, nama Indonesia justru menjadi sorotan akibat dugaan manipulasi identitas peneliti hingga kejanggalan data riset yang dipresentasikan.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Dwi membagikan kronologi awal terbongkarnya dugaan skandal tersebut. Ia mengaku mulai curiga saat melihat nama pemateri asal Indonesia bernama Prihantini.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved