Rupiah Tembus Rp 18.049 per Dolar AS, Catat Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah ditutup melemah ke Rp 18.049 per dolar AS pada 4 Juni 2026, menjadi level terlemah sepanjang sejarah.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Nilai tukar rupiah kembali melemah dan ditutup di level Rp 18.049 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026), mencatat rekor terendah sepanjang sejarah.
- Di tengah penguatan dolar AS, sejumlah mata uang Asia juga mengalami tekanan, sementara beberapa lainnya justru menguat secara terbatas di pasar global.
BANGKAPOS.COM-- Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026).
Mata uang Garuda ditutup melemah 0,45 persen ke posisi Rp 18.049 per dolar AS, sekaligus menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah.
Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 17.967 per dolar AS pada perdagangan sehari sebelumnya.
Tekanan terhadap rupiah membuat mata uang domestik terus mencatatkan pelemahan di tengah penguatan dolar AS secara global.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang menunjukkan tren yang bervariasi.
Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam, bersama ringgit Malaysia yang turun 0,61 % , won Korea Selatan melemah 0,27 % , dolar Taiwan turun 0,12 % , dolar Singapura melemah 0,08 % , serta rupee India yang terkoreksi 0,05 % .
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya justru mencatat penguatan terhadap dolar AS.
Peso Filipina menguat 0,20 % , baht Thailand naik 0,14 % , yen Jepang menguat 0,10 % , yuan China naik 0,02 % , dan dolar Hong Kong menguat 0,01 % .
Di pasar global, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia berada di level 99,49, turun dibandingkan posisi sebelumnya.
Rupiah Sempat Tembus Level Rp 18.000 di Awal Perdagangan
Baca juga: Saiful Mujani Jalani Pemeriksaan Perdana di Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penghasutan
Tekanan terhadap rupiah juga sudah terlihat sejak awal perdagangan Kamis (3/6/2026). Rupiah dibuka melemah di level Rp 17.983 per dolar AS, turun 0,09 % dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.967.
Pada pukul 09.04 WIB, rupiah sempat menembus level Rp 18.004 per dolar AS, yang kembali mencatatkan rekor terburuk intraday sepanjang sejarah perdagangan.
Pada sesi pagi, mayoritas mata uang Asia bergerak variatif. Won Korea Selatan menjadi yang terkuat dengan penguatan 0,32 % , disusul peso Filipina yang naik 0,23 % . Yen Jepang menguat 0,11 % , baht Thailand naik 0,10 % , yuan China menguat 0,05 % , sementara dolar Hong Kong dan dolar Singapura masing-masing naik tipis 0,03 % .
Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam pada sesi pagi, turun 0,24 % , diikuti dolar Taiwan yang melemah 0,14 % .
Tekanan Global Masih Membayangi Rupiah
Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan global terhadap mata uang negara berkembang, seiring penguatan dolar AS dan dinamika pasar keuangan internasional.
Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter global yang dinilai berpengaruh besar terhadap pergerakan nilai tukar, termasuk rupiah di pasar domestik.(*)
Sebgaian artikel telah tayang di Kontan.co.id
| Video : Rupiah Kian Tertekan Dekati Rp18.000 per Dolar AS |
|
|---|
| Video : Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal, Klaim Fundamental Ekonomi Masih Kuat |
|
|---|
| Rupiah Melemah ke Rp17.857 per Dolar AS, Harga Elektronik Diprediksi Ikut Naik |
|
|---|
| Purbaya Optimistis Rupiah Tembus Rp15.000 per Dolar AS pada Juni 2026, Ungkap Faktor Pendorongnya |
|
|---|
| Prabowo Soroti Arah Ekonomi RI, Sebut Pertumbuhan Tak Sejalan dengan Kesejahteraan Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210630-ilustrasi-nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar.jpg)