Oknum Brimob Bekingi Kampung Narkoba, Ini Perannya
Sistem pengamanan super ketat bak operasi militer di kampung narkoba Gang Langgar, Samarinda, akhirnya rontok di tangan Bareskrim Polri.
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Sistem pengamanan super ketat bak operasi militer di kampung narkoba Gang Langgar, Samarinda, akhirnya rontok di tangan Bareskrim Polri.
Sindikat yang menggunakan 21 pengawas ber-HT ini ternyata melibatkan Bripka Dedy Wiratama, oknum Satbrimob Polda Kaltim yang bertindak sebagai 'sniper' pemantau pergerakan aparat.
Usai dipecat tidak dengan hormat, Bripka Dedy diterbangkan ke Jakarta hari ini, Jumat (5/6/2026), untuk menghadapi pemeriksaan pidana.
Baca juga: Sebut Ada Atensi Nama-Nama Besar, Irjen Purn Sony Sonjaya Siap Bongkar Gurita Korupsi MBG
Bareskrim Polri yang menangani kasus ini mengungkap peran anggota Brimob Bripka Dedy Wiratama yang jadi 'sniper' atau pengawas.
Bripka Dedy terlibat dalam sindikasi kejahatan narkoba beromzet Rp 200 juta per hari.
Bripka Dedy diperkirakan akan tiba di Bareskrim Polri sore ini, Jumat (5/6/2026).
"Oknum Brimob (Bripka Dedy Wiratama) yang membekingi kampung narkoba Gang Langgar akan tiba di lobi Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan pidana narkotika," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Jumat.
Dalam hal ini, Bripka Dedy Wiratama sendiri sudah diberi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat atas kasusnya tersebut di Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota Satbrimob Polda Kaltim itu dipecat lantaran telah melakukan penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, Bripka Dedy juga dijatuhi hukuman penempatan khusus atau penahanan selama 20 hari.
"Yang bersangkutan telah divonis PTDH oleh Bidpropam Polda Kaltim karena terbukti melakukan pelanggaran berat," jelasnya.
Peran Bripka Dedy Wiratama
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri baru saja membongkar sindikat di kampung narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Sindikat di kampung narkoba tersebut terkenal licin karena selalu lolos dari operasi aparat yang ingin mengungkap keberadaan peredaran barang haram tersebut.
Ternyata, peredaran narkoba di sana dilakukan secara terorganisir dan terstruktur. Hal ini dibuktikan dengan adanya sniper atau pengawas hingga menggunakan handy talky (HT) dalam menjalankan bisnisnya.
"Pada sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 (Dua Puluh Satu) pengawas yang memegang Handy Talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
| Update Harga Terkini TBS Kelapa Sawit di Bangka Belitung yang Sempat Anjlok Parah |
|
|---|
| Video: Kian Memanas! Rudal China Dituduh Tembak Jet Tempur AS di Iran, Tiongkok Membantah |
|
|---|
| Berani Sumpah Tak Jual Dapur MBG, Sony Sonjaya Minta Dibawakan 30 Al Quran: 1000 Persen Gak Ada |
|
|---|
| Sarwendah Minta Maaf Usai Videonya di Live Viral, Tak Sebut Nama Ruben Onsu: Maaf yang Terdalam |
|
|---|
| Sebut Ada Atensi Nama-Nama Besar, Irjen Purn Sony Sonjaya Siap Bongkar Gurita Korupsi MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/topi-polisi-ilustrasi-oke.jpg)