Oknum Brimob Bekingi Kampung Narkoba, Ini Perannya
Sistem pengamanan super ketat bak operasi militer di kampung narkoba Gang Langgar, Samarinda, akhirnya rontok di tangan Bareskrim Polri.
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Para sniper ini tersebar di seluruh jalan yang berada di kampung tersebut. Bahkan, pada malam hari para sniper akan dipertebal guna menghindari endusan aparat keamanan.
Eko mengatakan para sniper yang berada di ujung jalan masuk kampung juga menggunakan kode khusus untuk para pembeli narkoba itu karena masyarakat di daerah Gang Langgar lebih sensitif terhadap orang asing yang datang.
"Tersangka yang berperan sebagai Sniper (Pengawas) yang berada di depan AlfaMart akan memberikan kode "masuk masuk" menggunakan tangan secara tersirat kemudaian Sniper akan memberi informasi melalui Handy Talky," jelasnya.
Jika sudah masuk, warga yang hendak membeli narkoba pun hanya diperbolehkan satu orang untuk mengakses lokasi atau loket penjualan yang mana untuk satu klip kecil sabu dihargai Rp150 ribu.
"Berdasarkan fakta yang diperoleh dari hasil penyelidikan, penindakan di lapangan, serta keterangan awal para tersangka yang diamankan, diketahui bahwa peredaran Narkoba dikampung Narkoba Gg Langgar tersebut beredar secara terstruktur dan terorganisir," tuturnya.
Dalam kasus ini, sebanyak 13 orang tersangka yakni Firnandes alias Nando selaku bandar narkoba Gang Langgar; Ade Saputra alias Ayam Jago selaku penjual sabu di loket; Tri Pamungkas dan Hadi Saputra selaku kurir narkoba.
Selanjutnya, Muhammad Tamrin alias Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin alias Wiwin, Muhammad Ical alias Ical, Mustafa alias Mus, Kamarudin alias Dorez, Idham Halid alias Idam selaku sniper atau pengawas di beberapa titik.
Dan dua pembeli narkoba di lokasi yakni Fredhy Septian Akbar dan Hariyanto.
Selain itu, terdapat empat orang lain yang masih buron yakni Andes alias H. Endi selaku pemilik lapak; H. Andi Sudi selaku penyuplai narkoba di Gang Langtar, Malik dan Bripka Dedy Wiratama selaku sniper atau pengawas.
Beroperasi Selama 4 Tahun, Omzet Rp 200 Juta Sehari
Kanit II Subdit IV Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Bayu Putra Samara mengatakan kelompok ini telah beroperasi selama 4 tahun dengan omzet yang fantastis.
"Sindikat ini sudah beroperasi sekitar 4 tahun. Dengan omzet per hari Rp 200 juta rupiah," kata Bayu dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Bayu menyebut kelompok yang mengedarkan barang haram tersebut bisa disebut sangat licin karena selalu lolos dari setiap operasi yang dilakukan pihak kepolisian.
"Sindikat ini cukup licin karena beberapa dilakukan operasi oleh pihak setempat namun tidak berhasil," ucapnya.
(Tribunnews/kompas)
| Update Harga Terkini TBS Kelapa Sawit di Bangka Belitung yang Sempat Anjlok Parah |
|
|---|
| Video: Kian Memanas! Rudal China Dituduh Tembak Jet Tempur AS di Iran, Tiongkok Membantah |
|
|---|
| Berani Sumpah Tak Jual Dapur MBG, Sony Sonjaya Minta Dibawakan 30 Al Quran: 1000 Persen Gak Ada |
|
|---|
| Sarwendah Minta Maaf Usai Videonya di Live Viral, Tak Sebut Nama Ruben Onsu: Maaf yang Terdalam |
|
|---|
| Sebut Ada Atensi Nama-Nama Besar, Irjen Purn Sony Sonjaya Siap Bongkar Gurita Korupsi MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/topi-polisi-ilustrasi-oke.jpg)