Ramadhan 2026
Bacaan Doa Berbuka Puasa Allahumma Lakasumtu Lengkap Arab, Latin, Artinya
Bacaan Doa Berbuka Puasa Allahumma Lakasumtu Lengkap Arab, Latin, Artinya. Simak selengkapnya
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Perhitungan pelaksanaan puasa Ramadhan Muhammadiyah ini mengacu pada hisab hakiki wujudul hilal berbasis Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Hisab hakiki wujudul hilal adalah metode perhitungan astronomis akurat (hisab hakiki) yang digunakan Majelis Tarjih Muhammadiyah untuk menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan keberadaan (wujud) hilal di atas ufuk saat matahari terbenam.
Metode ini mengacu pada gerak faktual Bulan sebagai benda langit, dengan kriteria utama: ijtima' (konjungsi Bulan-Matahari) telah terjadi sebelum matahari terbenam, matahari terbenam lebih dulu daripada Bulan, dan piringan atas Bulan sudah di atas ufuk saat itu (minimal 0,1°).
Berdasarkan perhitungan ijtimak, yakni pertemuan antara Bulan dan Matahari yang terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H atau 17 Februari 2026, pukul 12.01 waktu UTC, belum ada satu pun wilayah di dunia yang Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi Bulan minimal 8 derajat.
Namun, setelah pukul 24.00 UTC dan sebelum fajar di Selandia Baru, tepatnya pada pukul 16.06 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2.
Wilayah tersebut berada pada 56 derajat 48 menit 49 detik Lintang Utara (LU) dan 158 derajat 51 menit 44 detik Bujur Barat (BB). Pada titik tersebut, posisi Bulan tercatat berada pada ketinggian 5 derajat 23 menit 35 detik dengan elongasi 8 derajat 0 menit 11 detik.
Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penjelasan BRIN
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi bahwa 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh berbeda.
1 Ramadhan 1447 H di wilayah Indonesia diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dia menerangkan, pada saat Maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, sebagaimana yang digunakan pemerintah dan untuk menentukan awal bulan hijriah.
Ketika waktu tersebut, posisi hilal belum memenuhi tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
"Fakta Astronomi pada saat maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria," kata Thomas, dikutip dari laman Youtube resminya.
"Sehingga, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada tanggal 19 Februari 2026," imbuhnya.
Namun, ada pula ormas yang menggunakan kriteria Turkiye, di mana posisi Bulan di wilayah Alaska telah memenuhi kriteria dan ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Ini artinya, menurut kriteria Türkiye, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada 18 Februari 2026.
| Doa Akhir Ramadhan Lafaz Arab, Latin Berikut Arti dan Keutamaannya |
|
|---|
| Khutbah Idul Fitri 1447 H Singkat dan Sedih Membuat Jamaah Menangis, Silakan Download PDF |
|
|---|
| Ramadhan Berdampak |
|
|---|
| 5 Khutbah Idul Fitri 2026/1447 H Terbaru dari Kemenag, NU dan Muhammadiyah Lengkap Link PDF |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-27, Harapan Meraih Lailatul Qadar di Malam Penuh Kemuliaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240904-Ilustrasi-berdoa2.jpg)