Mutiara Ramadhan
Dua Jenis Air Mata Paling Mahal
Jeritan taubat yang disertai linangan air mata lebih disukai Tuhan ketimbang gemuruh tasbihnya para ulama.
Oleh, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar
Dalam Islam, menangis memiliki berbagai tingkatan. Ada menangis termasuk perbuatan dosa dan ada menangis termasuk perbuatan mulia.
Menangis dalam arti menjerit, seperti orang yang ditimpa musibah lalu menjerit dan meraung-raung, itu dilarang.
Akan tetapi menangis karena meratapi dosa masa lampau, merindukan Tuhannya, dan bentuk protes terhadap kebatilan di sekitarnya tetapi tidak mampu mengusirnya, maka hal itu menangis dalam arti positif.
Bahkan tiga bentuk tangisan terakhir tidak akan pernah mungkin mendekati api neraka.
Baca juga: Hidup Bahagia dengan Qana’ah
Ada dua orang pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Seorang dari Jerman dan seorang dari AS.
Keduanya menyimpulkan air mata yang keluar karena kepercik bawang atau cabe berbeda dengan air mata yang keluar karena kecewa dan sedih. Yang pertama tidak mengandung zat yang berbahaya, sedangkan jenis kedua mengandung toksin atau racun.
Kedua peneliti ini merekomendasikan orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air mata kekecewaannya. Kalau air mata kesedihan itu tidak dibuang keluar, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.
Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmati, karena tidak selamanya orang bisa menangis.
Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabel sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khaliq adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.
Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, maka air mata itu melicinkannya menembus syurga.
Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu, maka air mata itu yang memadamkan api nerakanya.
Ini sesuai dengan hadis Nabi, ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fi sabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.
Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis dikhawatirkan hatinya gersang.
Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230520-Imam-Besar-Masjid-Istiqlal-Jakarta-Nasaruddin-Umar.jpg)