Minggu, 19 April 2026

Mutiara Ramadhan

Menanam Futuwwah di Bulan Ramadhan

Salah satu target menjalankan amaliah Ramadhan ialah tertanamnya rasa ingin terus mencintai dan memeraktekkan sikap kedermawanan.

Editor: Fitriadi
nasaruddinumar.id
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar 

Oleh, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar

Salah satu target kita di dalam menjalankan amaliah Ramadhan ialah tertanamnya rasa ingin terus menerus untuk mencintai dan sekaligus memeraktekkan sikap kedermawanan (futuwwah).

Secara literal futuwwah berarti dermawan, mirip dengan kemurahan hati. Futuwwah juga berarti mensucikan, bermurah hati, dan memenuhi janji.

Ada juga yang mengatakan, futuwwah berarti engkau tidak melakukan sesuatu karena adanya kehormatan dan kedudukannya.

Futuwwah juga berarti engkau melakukan sesuatu yang baik beserta ahlinya dan yang bukan ahlinya. Jika dia bukan ahlinya, maka jadilah engkau ahlinya.

Baca juga: Meraih Prestasi I’tikaf Sejati

Di kalangan ulama juga ada yang mengartikan futuwwah sebagai seorang hamba yang selalu peduli terhadap urusan orang lain. Inilah yang diisyaratkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong terhadap sesama saudaranya.”

Dari segi ini futuwwah bisa juga berarti memaafkan kesalahan saudaranya dan menutupi segala aibnya. Inilah derajat futuwwah yang paling rendah.

Futuwwah juga bisa berarti engkau menganggap dirimu tidak lebih utama dari pada orang lain dan dengan demikian futuwwah juga berarti engkau melayani dan tidak dilayani. Secara sederhana futuwwah juga bisa berarti berakhlak baik.

Futuwwah mengutamakan sesama makhluk, tidak hanya terbatas pada manusia tetapi juga makhluk lain termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan, bahkan benda mati, karena bagi mereka dalam kamus Tuhan tidak ada benda mati, semua beribadah dan bertasbih kepada Tuhan.

Para dermawan dalam kategori ini menganggap harta yang diberikan untuk kepentingan orang lain yang lebih butuh atau untuk kepentingan akhirat, lebih besar maknanya ketimbang harta yang disimpan untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga.

Al-Junaid mengatakan, futuwwah adalah menahan diri dari segala yang menyakiti orang lain dan memberi makanan kepada orang lain.

Ada juga yang mengatakan futuwwah adalah mengikuti sunnah. Ada juga yang mengatakan, futuwwah adalah menampakkan kenikmatan dan menyembunyikan cobaan.

Ahmad bin Hambal mengatakan, futuwwah meninggalkan apa yang engkau inginkan demi yang engkau takuti.

Futuwwah adalah seorang pemuda yang punya musuh sebagai akibat tangguhnya kepada sebuah prinsip.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved