Minggu, 17 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Merindukan Nabi dengan Bershalawat

Banyak hadis shahih yang menjelaskan selawat kepada Nabi mempunyai efek positif bagi yang bersangkutan.

Tayang:
Editor: Fitriadi
nasaruddinumar.id
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar 

Oleh, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar

Di dalam bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk banyak bershalawat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

Shalawat atau selawat ialah ungkapan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengucapkan lafaz-lafaz selawat seperti: Allahumma shalli ‘ala Muhammad.

Berselawat kepada Nabi adalah seruan Allah: Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat kepada Nabi (Muhammad). Wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya (Q.S. al-Ahdzab/3356).

Ayat ini menggunakan kata yushalluna, bentuk fi’il mudhari’ berarti sampai sekarang terus berlangsung Allah SWT dan para malaikat terus berselawat dan kita semua juga diminta untuk seperti itu.

Baca juga: Keajaiban Lailatul Qadr di Malam Bulan Suci Ramadhan

Banyak hadis menceritakan betapa pentingnya mengingat dan mengenang Nabi dalam bentuk selawat, di antaranya Nabi bersabda: “Siapa yang berselawat kepadaku maka aku tahu dan di hari kiamat aku akan memberinya syafaat, pembelaan.”

Dalam hadis lain dikatakan Nabi: “Alangkah kikirnya umatku manakala namaku disebut tetapi tidak berselawat kepadaku”.

Berselawat dan merindukan Nabi pada saatnya Nabi akan datang dalam bentuk mimpi menjumpai yang bersangkutan.

Nabi bersabda: Barang siapa yang memimpikan aku, maka aku sebenarnya yang dilihat. Satu-satunya wajah yang tak dapat dipalsukan iblis ialah wajahku”.

Selanjutnya ia bersabda: “Siapa yang pernah memimpikan aku maka dia akan bersamaku di syurga”.

Bershalawat terhadap Nabi bukan hanya manusia tetapi juga Allah SWT dan para malaikatnya.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya’’. (Q.S. al-Ahdzab/33:56)

Banyak lagi hadis shahih yang menjelaskan shalawat kepada Nabi mempunyai efek positif bagi yang bersangkutan.

Lantunan pujian terhadap Nabi yang ditradisikan masyarakat merupakan sesuatu yang terpuji.

Kalangan ulama meyakini manakala nama Nabi disebut, dipuji, dan dirindukan, maka roh Nabi akan mengunjunginya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved