Selasa, 12 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Menjumpai Tuhan di Kesunyian Malam

Di dalam Alquran Allah menjanjikan suatu tempat khusus yang amat terpuji bagi para hamba yang rajin Tahajud.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Tribunnews.com
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar 

Oleh, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar

Salah satu kekuatan Ramadhan ialah kekuatan shalat lail atau biasa disebut shalat Tahajud.

Kekuatan shalat lail itu luar biasa.

Shalat lail adalah shalat yang dilakukan lewat tengah malam.

Shalat Tahajud tidak perlu diragukan kemuliaannya.

Baca juga: Merindukan Nabi dengan Bershalawat

Nabi pernah bersabda; "Seandainya aku tidak khawatir itu diwajibkan oleh Allah SWT di kemudian hari, maka aku akan menganjurkan umatku untuk selalu shalat tahajud."

Jangankan shalat Tahajud, shalat-shalat lain yang dilakukan di malam hari juga amat penting artinya.

Malam hari adalah waktu paling baik untuk melaksanakan shalat, karena sepertinya jarak antara Tuhan dengan hamba terasa lebih dekat di malam hari.

Mungkin itulah sebabnya mengapa umumnya shalat disyariatkan di malam hari, seperti shalat magrib, Isya, tarawih, lail, tahajjud, witir, fajr, dan subuh. Di siang hari hanya ada shalat zuhur dan ashar dan di pagi hari ada dhuha.

Di dalam Alquran Allah menjanjikan suatu tempat khusus yang amat terpuji bagi para hamba yang rajin Tahajud.

“Dan pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Allah Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Q.S. al-Isra’/17:79).

Imam Syafi’ yang terkenal dengan shalat malamnya pernah memberikan salahsatu kiat mencapai keberhasilannya ialah dengan banyak begadang melakukan ibadah dan mujahadah di malam hari.

Ia pernah membuat suatu pernyataan yang diabadikan di dalam kitab al-Mahfudhat, yaitu: Man thalabal ula syahiral layali (Barangsiapa yang menuntut ketinggian martabat di sisi Tuhan hendaklah banyak berjaga di malam hari).

Imam Syafii terkenal dengan shalat tahajjudnya. Ia memperoleh banyak inspirasi cerdas di malam hari. Pengarang buku-buku yang berjilid-jilid ini menyelesaikan banyak bukunya di malam hari.

Para shufi banyak memberikan pengakuan dirinya memperoleh prestasi spiritual di malam hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved