Mutiara Ramadhan
Di Mana Ada Keikhlasan, di Situ Ada Keajaiban
Orang-orang ikhlas menjadikan power Tuhan sebagai power-nya. Kebanyakan di antara mereka tidak popular di bumi tetapi amat popular di langit.
Orang-orang ikhlas menjadikan power Tuhan sebagai power-nya. Kebanyakan di antara mereka tidak popular di bumi tetapi amat popular di langit.
Mereka semua adalah selebriti langit, yang memiliki sahabat-sahabat spiritual yang bekerja dengan caranya sendiri.
Jangan sekali-kali memandang enteng orang-orang ikhlas karena para pengawalnya adalah malaikat.
Keikhlasan itu terbagi dua. Ada keikhlasan yang diupayakan oleh orang, dengan kata lain masih belum menjadikannya sebagai kebiasaan, orangnya disebut mukhlish.
Ada juga keikhlasan yang sudah menjadi habit dan kebiasaan seseorang, maka orang ini disebut mukhlash, jamaknya mukhlashun.
Mukhlish masih terpengaruh oleh faktor eksternal dan sewaktu-waktu masih bisa kemasukan unsur riya’, terutama pada saat seseorang menikmati banjir pujian terhadap prestasinya.
Orang ini juga masih suka menyebut kebaikan dan prestasinya walaupun dengan niat untuk mendidik.
Namun yang kedua, tidak bergeming sedikitpun dengan faktor dari luar. Bukan dia yang berusaha untuk ikhlas, tetapi Tuhan yang proaktif untuk mengikhlaskannya.
Kalau dipuji dia bersedih dan dalam hati mengatakan ampuni mereka ya Allah karena bukan aku yang pantas untuk dipuji karena semuanya ini karena Engkau dan hanya Engkaulah satu-satunya yang pantas untuk menerima pujian.
Begitu hebatnya orang-orang yang mencapai derajat mukhlashun, iblis pun angkat tangan, tidak sanggup untuk menggoda mereka.
Allah SWT berfirman: "Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas (al-mukhlasun) di antara mereka". (Q.S. al-Hijr/15:39-40)
Dalam ayat lain: "Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih (al-mukhlashun). (Q.S. Yusuf/12:24).
Orang yang sudah sampai di tingkat mukhlashin berarti sudah memiliki kemungkinan untuk muncul keajaiban di dalam dirinya, sebab tidak mungkin orang itu sampai ke tingkat mukhlashin tanpa kedekatan diri dengan Tuhannya. Hati-hatilah terhadap orang seperti ini karena kalau dia tersinggung, Tuhannya akan tersinggung.
Ikhlas merupakan prestasi spiritual paling tinggi di mata Allah SWT. Karena itu, di mana ada keikhlasan, maka di situ ada keajaiban.
Jika ingin merasakan keajaiban dalam hidup, teruslah ikhlas melaksanakan berbagai aktivitas kehidupannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230520-Imam-Besar-Masjid-Istiqlal-Jakarta-Nasaruddin-Umar.jpg)