Rabu, 10 Juni 2026

Enam Alasan Golput Mengecil

Golongan Putih (Golput) menjadi nilai penting dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Adalah bagaimana masyarakat

Tayang:
Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Golongan Putih (Golput) menjadi nilai penting dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Adalah bagaimana masyarakat yang memiliki hak pilih dapat menentukan sikap tentunya dengan pilihan memilih siapa yang menjadi pemimpin secara rasional.

Praktisi akademisi UBB, Ibrahim menganalisa bahwa ada beberapa hal yang bisa membuat golput untuk Pemiluadka Babel akan kecil.

Berikut analisanya :
MAJUNYA para kepala daerah dalam Pilgub mendatang berpeluang untuk memperkecil angka golput dengan beberapa alasan. Pertama, para kepala daerah di kabupaten/kota akan mengerahkan kekuatan pemilih di daerah masing masing. Para kepala daerah dan mantan ini memiliki dukungan yang jelas dan ini sekaligus menjadi akar wilayah.

Kedua, masyarakat pemilih memiliki kepentingan secara langsung terhadap hasil pemilihan gubernur karena jika kepala daerah yang berangkat dari satu kabupaten/kota terpilih, maka para pemilih akan dapat lebih berdekatan dengan pengambil kebijakan. Situasi berbeda jika yang terpilh adalah orang orang yang tidak secara personal dekat dengan pemilih. Dalam hal ini, masyarakat akan lebih bersemangat untuk menyalurkan hak suaranya.

Ketiga, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan sebagainya akan berpikir sama dengan pemilih kebanyakan dan pada akhirnya akan bergerak lebih aktif untuk mensosialisasikan kandidat terdukung. Pergerakn ini positif untuk membangun jumlah partisipasi pemilih.

Keempat, vis a vis kandidat yang berbeda dalam hal kebijakan pertimahan berpotensi membuat para pendukung bergerak lebih massif. Mereka yang pro pada penambangan inkonvensional berkepentingan untuk mendukung kandidat yang dianggap pro pada pertimahan demikian, sementara mereka yang kontra juga berkepentingan untuk mensosialisasikan potensi kebijakan yang akan berubah pasca transisi kekuasaan.

Kelima, politik uang dan barang akan membuat angka golput semakin mengecil. Sepertinya setiap kandidat akan mengucurkan dana besar dalam Pilgub kali ini. Uang dan barang akan merangsang pemilih untuk tidak apatis, bergerak menyalurkan suara, dan menentukan pilihan walau di tengah keraguan.

Keenam, pertarungan kali ini nampaknya akan menjadi pertarungan "habis habisan". Bagi incumbent, Pilgub kali ini akan menjadi pertarungan antara "pensiun dini" atau karir yang akan lebih meningkat setelahnya. Jika menang, incumbent pun tampaknya akan berpikir karir yang lebih tinggi, sementara jika kalah, karirnya akan berhenti. Sementara bagi Zul, Yusroni, dan Darmansyah, pemilihan kali ini akan menempatkan mereka dalam posisi kritis. Menang menuju Air Item, kalah menuju peraduan.

Bagi Yusron, Hudar, Justiar, Pilgub kali ini tidaklah begitu berpengaruh karena mereka sudah memiliki riwayat tereliminasi. Bagi Rustam sendiri, Pilgub kali ini barangkali sebatas coba coba.

Apapun alasan atas peningkatan partisipasi pemilih kali ini, apresiasi tetap menjadi penting. Ini positif bagi penghayatan demokrasi. Saya cuma mewanti wanti, jangan sampai angka golput yang mengecil ditutupi oleh penggelembungan suara di hari H. Jangan sampai pemilih sudah dibanderol sebelum masuk bilik suara, walau di sana misteri masih menjadi angka angka bisu.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved