Penyebab Terjadinya Golput
Menurut Koordinator Babel Icon, Fauzan Azima, ada beberapa hal yang membuat rendahnya partisipasi publik atau
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menurut
Koordinator Babel Icon, Fauzan Azima, ada beberapa hal yang membuat
rendahnya partisipasi publik atau Golongan Putih (Gaolput) dalam
Pemilukada.
Diantaranya adalah kegagalan KPU sebagai penyelenggara dalam
menunaikan agenda agenda Pemilukada terutama dalam melakukan sosialisasi
secara masif.
"Malfungsinya partai sebagai lembaga perwakilan
maupun komponen sipil sebagai agen pengawal proses demokrasi. Belum
hadirnya kelompok, parpol, figur alternatif yang membawa agenda agenda
kerakyatan secara signifikan," kata Fauzan Azima saat presentasi dalam
diskusi interaktif yang digelar di Universitas Bangka Belitung, Jumat
(13/1/2012) lalu.
Dalam siklus golput, ia menyebut demokrasi formalistik, seiring
dengan perubahan sistem politik nasional yang meminggirkan pendidikan
politik bagi publik.
"Penyelenggara pemilu minim kreasi dan
cenderung berminset proyek. Pemilu 2004 sebanyak Rp 17 triliun, Pemilu 2009
sebanyak Rp 22 triliun," ujarnya.
Beberapa hal lainnya adalah tradisi kesibukan yang elit minded.
"Berapa kali dalam lima tahun Pemilukada berlangsung, tontonan kekerasan
dalam ruang demokrasi, pemilih dididik melakukan transaksi material
bukan transaksi kebijakan," kata Fauzan.