Rabu, 10 Juni 2026

Zulkarnain Membantah Timnya Terlibat Selebaran Gelap

Selebaran gelap yang dilaporkan tim pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub)

Tayang:
Editor: suhendri
Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Selebaran gelap yang dilaporkan tim pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Bangka Belitung (Babel), Yusron Ihza Yusroni Yazid ke Panwaslukada Babel diduga melibatkan tim Cagub Babel lainnya, Zulkarnain Karim. Namun Zulkarnain membantah keras hal tersebut.

AK salah satu pelaku penyebar selebaran gelap yang ditangkap Tim Yusron Ihza-Yusroni Yazid mengatakan, ada dugaan keterlibatan salah satu kandidat lainnya. AK mengaku, beberapa orang yang bersama dia yang menyebarkan selebaran gelap tersebut pernah bertemu Zulkarnain Karim.

"Saya bersama MA, DS dan EB bebarapa orang yang saya tidak kenal pernah bertemu Zulkarnain Karim di rumah dinas. Saya diajak MA pada waktu itu," kata AK yang merupakan oknum PNS di Kabupaten Bangka Selatan, saat ditemui wartawan di Panwaslukada Babel, Selasa (21/2/2012).

MA merupakan mantan atasan AK di salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Bangka Selatan. MA diduga mempunyai hubungan kekerabatan dengan Zulkarnain Karim.

"Dari Zulkarnain rombongan kami pernah diberikan uang nilainya Rp 10 juta. Saya sendiri tidak dapat bagian dari uang itu," kata AK.

Ia mengaku sempat menyaksikan penyebaran selebaran di wilayah Kecamatan Payung dan Air Gegas beberapa waktu lalu. "Waktu itu saya hanya numpang mobil bawa selebaran yang kemudian dibuang di jalan-jalan," kata AK.

Sampai akhirnya mereka melakukan aksi di wilayah Kabupaten Bangka Barat, saat pasngan Yusron-Yusroni melakukan kampanye di Muntok. "Kami seakan-akan jadi tim Yusron, saya sendiri tidak tahu apa isi selebaran itu," ujar AK.

Namun tim Yusron -Yusroni menangkap mereka saat sedang makan di Desa Maras Senang Kecamatan Bakam. "Saya terkejut, yang lainnya lari, saya diamankan," kata AK.

Sementara itu, Zulkarnain Karim saat dikonfirmasi membantah tegas tuduhan tersebut. "Saya tidak tahu, apa mereka itu masuk tim saya baik MA ataupun siapa, kalau MA itu PNS tidak mungkin," kata Zulkarnain, Selasa (21/2/2012).

Ia menambahkan, saat ini siapapun bisa saling menuding. "Siapapun bisa, ngaku disuruh saya, ngaku disuruh orang ini, jadi silakan saling menuding," imbuh Zulkarnain.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved