BangkaPos/

Kisah Seberkas Cahaya Hijau Berbentuk Ular Naga, Pertanda Aura Kekuasaan Soeharto yang Meredup

Sebab, sehari sebelum Ibu Tien wafat, konon, masyarakat Surakarta melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton ...

Kisah Seberkas Cahaya Hijau Berbentuk Ular Naga, Pertanda Aura Kekuasaan Soeharto yang Meredup
(ARSIP FOTO) KOMPAS / JB SURATNO
Jenderal Besar Soeharto berbincang dengan Jenderal Besar AH Nasution, sesaat sebelum menerima ucapan selamat pada acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/10/2007) siang. 

BANGKAPOS.COM -- Meninggalnya Sang Istri pada 28 April 1996, konon, meredupkan aura kekuasaan Pak Harto alias Soeharto.

Bahkan, saat tampil di muka umum, ia tampak renta, tanpa cahaya.

Baca: Kisah Penjual Ayam Taliwang Saksikan Kesaktian Pak Harto, Berikut Pengakuannya

Sesekali, matanya terkadang menerawang.

Ketiadaan pendamping, tempatnya berbagi, meronggakan kekosongan dalam hidupnya.

Baca: Bertambah, Sudah Tujuh Orang Syahadat di Depan Zakir Naik saat di Makassar

Kalangan spiritualis memprediksi, wahyu keprabon telah pergi darinya.

Sebab, sehari sebelum Ibu Tien wafat, konon, masyarakat Surakarta melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton Mangkunegaran.

Baca: Heboh, Diduga Kepala Kuntilanak Dipotong dan Dimasukkan Dalam Toples Ini

Tak masuk akal memang, menghubungkan hal itu dengan karier seorang presiden.

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help