Minggu, 31 Mei 2026

Memperingati Hari Perempuan 8 Maret Cantik itu Barbie?

Siapa (perempuan) yang tidak mau cantik? Tentu tidak ada perempuan di dunia ini yang tidak mau cantik. Yah, perempuan dan kecantikan,

Tayang:

Hingga pada tingkat lanjut, kapitalisme ini menciptakan kontrol sosial yang represif dan mengikat, dengan kata lain perempuan tidak dapat membuat dan memilih pilihan lain selain apa yang diangggap penting dan perlu oleh sistem tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadikn perempun powerless atau tidak memiliki kekuatan unttuk tubuhnya sendiri, atau dengan kata lain segala sesuatu tentang tubuh perempuan distandarisasi oleh sistem kapitalis.

Sehingga segala sesuatu yang dikontruksi oleh para pemilik modal melalui media tentang kecantikkan selalu menjadi standar cantik yang baku bagi para perempuan itu sendiri. Maka, perempuan tidak dapat menentukan makna cantik bagi dirinya sendiri, karena itu telah dikonstruksi oleh bisnis. Ironis!

Kita bukan Barbie!
Melihat fenomena ini, ada satu pelajaran penting yang ingin saya sampaikan tentang keberadaan teknologi dan informasi bagi perempuan. Perkembangan teknologi dan informasi yang masif tentu saja membawa keuntungan dalam hal ini perempuan juga tidak boleh ketinggalan akan perkembangan tersebut, namun disisi lain perempuan harus jeli dan pandai dalam memanfaatkan perkembangan ini karena seperti yang dijelaskan di atas- jika tidak maka tubuh yang seharusnya menjadi otonomi bagi perempuan itu sendiri justru menjadi objek bagi pengakumulasian modal oleh para pemilik modal. Tidak masalah perempuan ingin menjadi cantik, tapi cantikkah atas criteria kita sendiri, cantiklah seusai keinginan kita bukan keinginan orang apalagi teknologi. Karena, tubuh perempuan adalah hak perempuan, bukanlah objek ekonomi!

Perlu ditegaskan, perempuan bukanlah barbie! Barbie diciptakan dari teknologi yang memang tujuannya sudah jelas untuk mendapatkan keuntungan dari hasil produksi boneka tersebut, sementara perempuan diciptakan oleh sang Penciptanya bukan untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, barbie diciptakan sama atau serupa yakni tinggi, putih, rambut panjang dan langsing, sementara perempuan berbeda ada yang berkulit coklat, hitam, putih, ada yang rambut panjang dan pendek, ada yang kurus, langsing dan gemuk.

Maka, mulai sekarang marilah kita menyadari bahwa sesungguhnya kita bukanlah barbie. Kita perempuan, kita bukan terlahir dari teknologi layaknya Barbie, dan kita semua terlahir dengan kecantikkan yang kita miliki masing-masing. Kita juga berbeda degan berbie, karena kita dianugerahi pencipta hati sementara Barbie tidak. Dan, dari hati yang kita miliki situ pula kita bias menjadi cantik. Jadi,s kita (perempuan) juga yang memiliki hak untuk menentukan makna cantik bagi dirinya sendiri bukan atas dasar teknologi. Karena, cantik yang dikonstruksi dari teknologi adalah mitos yang didengungkan untuk menarik keuntungan dari tubuh kita (perempuan). Selamat Hari Perempuan Internasional, perempuan!(*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved