Kamis, 28 Mei 2026

Opini: Penting Diketahui Pasien Sebelum Cek Laboratorium

Sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya menyarankan pasiennya melakukan pemeriksaan laboratorium.

Tayang:

Opini: Muhammad Fatur Rahman, SST, Analis Kesehatan di Balai Laboratorium Kesehatan Prov. Babel

Sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya menyarankan pasiennya melakukan pemeriksaan laboratorium. Apa tujuannya, dan begitu pentingkah pemeriksaan laboratorium? Pemeriksaan laboratorium sebenarnya merupakan bagian dari proses medis, baik sejak awal hingga pemantauan perkembangan terapi.

Ada beberapa tujuan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dokter kepada pasiennya, skrining/uji saring suatu penyakit, menunjang diagnosis, menyingkirkan suatu diagnosis penyakit, memantau pengobatan/follow up terapi, menentukan pengobatan, dan kekambuhan.

Waktu yang tepat untuk pemeriksaan laboratorium tergantung dari tujuannya. Jika dokter menginginkan menegakkan diagnosa sebuah penyakit yang diderita pasien, maka pemeriksaan dilakukan lebih dini. Begitu juga sebaliknya, jika tujuan rangkaian pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk pemantauan terapi terhadap pasien, maka pemeriksaan tersebut dapat dilakukan selama terapi yang dijalankan pasien.

Namun, prinsip paling penting yang harus dipahami pasien, pemeriksaan laboratorium tersebut dilakukan tenaga medis, dan merupakan penunjang dari wawancara serta pemeriksaan fisik yang telah dilakukan sebelumnya. Jika akan melaksanakan pemeriksaan laboratorium, terdapat beberapa hal yang harus diketahui.

Apa tujuan melakukan pemeriksaan laboratorium, jenis pemeriksaan laboratorium apa yang akan dilakukan, jenis sampel yang akan diperiksa (darah, urine, feses atau cairan tubuh yang lain), persiapan yang harus dilakukan sebelum pengambilan sampel, waktu pengambilan sampel yang baik (pagi, siang, malam), di laboratorium mana pemeriksaan itu bisa dilakukan, kemana hasil pemeriksaan laboratorium tersebut dikonsultasikan.

Untuk menjamin ketepatan hasil pemeriksaan, syarat yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan seperti Glukosa puasa, Cholesterol lengkap, Trigliserida, Glukosa Toleransi test, C-Peptide, Lipid Total, APO A1, APO B puasa 10 - 12 jam, puasa 8 jam untuk pemeriksaan : TAT (Aggregasi Trombosit). Puasa 2 jam setelah makan : untuk pemeriksaan Glukosa 2 jam PP. Merupakan tahapan yang perlu diketahui dan wajib dilakukan oleh pasien yang akan melakukan pemeriksaan penyakit yang dideritanya. Kenapa harus melakukan hal tersebut?

Pertama, kandungan gizi dalam makanan dan minuman yang anda konsumsi akan diserap ke dalam aliran darah dan bisa memberikan dampak langsung pada tingkat glukosa darah, lemak dan besi. Puasa minimal selama 10-12 jam (kecuali glukosa minimal 8 jam) akan mengurangi variabilitas substansi tersebut dan juga variabilitas substansi lain dalam darah. Hal ini untuk memastikan agar hasil pemeriksaan tidak dipengaruhi oleh konsumsi makanan terakhir dan dapat diinterpretasikan dengan benar oleh dokter.

Puasa dalam konteks laboratorium adalah tidak mengonsumsi makanan dan minuman (kecuali air putih) dalam jangka waktu yang ditentukan. Anda sebaiknya meminum air putih dalam jumlah cukup, karena tubuh yang terhidrasi dengan baik akan memberikan gambaran kadar pemeriksaan yang sebenarnya.

Kedua, jika anda tidak berpuasa atau berpuasa dalam waktu yang lebih singkat dari yang dianjurkan, pemeriksaan yang anda lakukan akan memberikan hasil yang tidak akurat karena pemeriksaan tertentu masih dipengaruhi oleh makanan. Untuk itu anda sebaiknya mengulang pemeriksaan tersebut untuk mendapatkan hasil yang akurat. Jika anda merasa berpuasa justru akan menimbulkan masalah bagi kondisi tubuh,anda dapat mengkonsultasikannya kepada dokter atau perawat.

Ketiga, persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium menghentikan obat-obatan. Obat-obat yang mutlak diperlukan tidak boleh distop. Seperti pada pasien yang sudah terdiagnosis kencing manis, maka pada saat akan melakukan pemeriksaan laboratorium obat-obatnya harus tetap diminum. Tetapi bila, pasien belum terdiagnosis kencing manis (diabetes) maka semua obat-obat yang mempengaruhi kadar gula harus dihentikan terlebih dahulu. Kecuali, jika yang diperiksa adalah kadar gula darah puasanya, maka pasien wajib untuk tidak mengonsumsi apapun sebelum tes dilakukan.

Sampel darah yang akan diambil, tergantung jumlah/jenis pemeriksaan laboratorium yang akan dilakukan. Untuk pemeriksaan medical check-up rutin, biasanya petugas akan mengambil maksimal 10 cc darah pasien. Namun, jika pemeriksaan yang lebih sederhana, mungkin darah yang diambil, kurang dari jumlah di atas. Khusus untuk pemeriksaan kencing petugas akan menjelaskan lebih detil. Petugas akan menyarankan pasien untuk menampung air seni setelah membuang sebagian kecil air seninya di awal.

Artinya, aliran air seni yang pertamakali dikeluarkan tidak ditampung dalam wadah. Sampel yang ditampung adalah aliran air seni berikutnya dan aliran air seni terakhir juga sebaiknya tidak ditampung. Membuang aliran air seni di awal dan akhir tersebut bertujuan untuk membilas saluran kencing. Harapannya, agar sampel air seni yang diperoleh dari aliran tengah tersebut dapat benar-benar mewakili kondisi air seni pasien yang seharusnya diperiksa. Waktu pengambilan sampel urine yang baik adalah urine pagi setelah bangun tidur.

Satu jenis pemeriksaan laboratorium tidak akan mampu mengetahui semua jenis penyakit. Justru, satu jenis penyakit bisa membutuhkan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium, misalnya, untuk penyakit hati/liver, pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan cukup banyak seperti : albumin, SGOT,SGPT, ALP, gamma GT, HBsAg, Anti-HCV, bilirubin.

Di laboratorium dikenal istilah APS (Atas Permintaan Sendiri), jadi pasien langsung datang ke laboratorium tanpa berkonsultasi sebelumnya dan tidak membawa surat pengantar dari dokter. Sebenarnya hal tersebut sangat tidak dianjurkan. Pasien dengan APS belum tentu memahami dan mengetahui jelas pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan, persiapan apa yang harus dilakukan, dan jika sudah mendapatkan hasil apakah hasil tersebut bisa dinterpretasikan secara benar.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved