Opini: Penting Diketahui Pasien Sebelum Cek Laboratorium
Sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya menyarankan pasiennya melakukan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter dan dengan surat pengantar dari dokter. Dengan demikian, jenis pemeriksaan yang memang diperlukan akan diperiksa dan yang belum diperlukan tidak akan diperiksa.
Ini semua terkait dengan biaya, waktu dan kecepatan penanganan suatu penyakit, disamping itu dokter akan menjelaskan persiapan apa yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan dan terakhir hasil tersebut bisa dikonsultasikan kembali dengan dokternya.
Meskipun saat ini semua hasil laboratorium telah disertai nilai rujukan masing-masing pemeriksaan, namun pada hasil yang tidak normal, tidak semuanya ketidaknormalan tersebut bermakna secara klinis. Inilah pentingnya mengapa pemeriksaan laboratorium itu harus dilakukan atas permintaan dokter.
Demikian, sedikit paparan dari saya untuk Masyarakat Babel yang ingin memeriksakan diri ke laboratorium kesehatan manapun. Perlu diketahui untuk pasien yang memeriksa:
1. Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan permintaan pemeriksaan laboratorium sebaiknya atas permintaan dokter bukan APS.
2. Siapkan persyaratan sebelum dilakukan pengambilan sampel, misalnya : puasa, menghentikan obat-obatan, tidak melakukan aktivitas fisik berat.
3. Siapkan mental, tidak cemas, stres, dan takut.
4. Puasa yang benar dianjurkan lamanya sekitar 10-12 jam. Selama puasa dilarang mengonsumsi makan/minum yang mengandung kalori. Hanya boleh mengonsumsi air putih. Contoh: makan/minum terakhir Pukul 20.00. Keesokan harinya sekitar Pukul 8 pagi dilakukan pengambilan sampel darah. Sebelum sampel darah diambil pasien tidak boleh makan/minum apapun kecuali air putih.
5. Sampel air kencing yang ditampung adalah aliran air seni tengah-tengah. Bukan yang pertama keluar dan air seni terakhir juga sebaiknya tidak ditampung. Waktu pengambilan sampel urine yang baik adalah urine pagi setelah bangun tidur.
6. Konsultasikan kembali hasil pemeriksaan laboratorium dengan dokter agar tidak salah interpretasi.(*)