Breaking News:

Opini: Ramadan Momentum Meningkatkan Karya dan Takwa

ALLAH SWT telah memilih Ramadhan sebagai bulan istimewa. Nabi menyampaikan bahwa seorang muslim harus

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ilustrasi: Umat Muslim melaksanakan salat Tarawih di Masjid Agung, Medan bulan suci Ramadan 1436 H. 

Opini: Heriyanto, Guru PAI SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur

ALLAH SWT telah memilih Ramadhan sebagai bulan istimewa. Nabi menyampaikan bahwa seorang muslim harus bergembira bila bertemu dengan bulan mulia tersebut. Karena bila seseorang mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, dia ingin setiap bulan adalah bulan Ramadhan.

Allah pun memilih beberapa peristiwa penting dalam bulan Ramadhan. Allah melantik nabi pada bulan Ramadhan. Alquran pun diturunkan pada bulan Ramadhan. Di bulan ini juga ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qadr. Saat itu, malaikat Jibril memimpin barisan malaikat Allah turun ke bumi dan mendoakan para manusia yang mengharapkan ridho Allah.

Dalam hal ibadah pun, pahalanya jauh lebih besar dibandingkan beribadah di bulan-bulan lainnya. Dimaksud ibadah di sini tidak hanya ibadah ritual, tetapi juga perbuatan baik lainnya, seperti kepada lingkungan, teman, saudara, keluarga, dan lainnya. Bila dilakukan di bulan Ramadhan, semuanya memiliki nilai kebaikan yang tinggi.

Di bidang penelitian pun, banyak karya-karya monumental dibuat di bulan Ramadhan. Imam Malik dan Imam Syafi'i beberapa contohnya. Mereka memanfaatkan Ramadhan untuk melahirkan karya tulis yang sangat monumental. Buku Imam Syafi'i karyanya terus dibaca orang banyak, meskipun sudah berusia 1.400 tahun. Banyak peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Ramadhan.

Termasuk proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 pun, jatuh di bulan Ramadhan. Bagaimana pun, bulan prestasi yang dicetak umat Islam ada dalam bulan Ramadhan.

Shaum bulan Ramadhan diperintahkan oleh Allah pada tahun ketiga kenabian Rasulullah. Meskipun begitu, tradisi shaum sudah dikenal oleh Rasulullah sebelum perintah ini turun, yaitu Shaum Arafah pada bulan Dzulhijjah. Saat ini, ibadah tersebut menjadi shaum sunnah.

Ada dua shaum yang diwajibkan dalam Islam, yaitu shaum di bulan Ramadhan dan shaum Qadha. Shaum Qadha adalah shaum pengganti ketika tidak mampu melakukan shaum ketika bulan Ramadhan. Ada beberapa kondisi yang memperbolehkan hal ini, yaitu ketika seorang wanita sedang nifas, ketika seorang ibu sedang hamil dan menyusui, dan ketika seorang muslim berada dalam perjalanan jauh.

Dalam kasus rumah tangga, apabila seorang suami mengharamkan istrinya, maka wajib bagi suami berpuasa 3 hari. Ada juga shaum 10 hari, yaitu pada haji Tamattu dan Khiram. Pada saat di Mina, jamaah haji wajib melakukan kurban 1 ekor kambing.

Sembilan puluh delapan persen jamaah haji Indonesia melakukan haji Tamattu. Bila tidak mampu melakukan kurban, maka wajib baginya berpuasa 3 hari di tanah suci, dan 7 hari ketika kembali di negerinya sendiri. Ada juga shaum Khifarat berjumlah 60 hari dan harus dilakukan terus menerus serta tidak boleh terputus.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved