Opini: Ramadan Momentum Meningkatkan Karya dan Takwa
ALLAH SWT telah memilih Ramadhan sebagai bulan istimewa. Nabi menyampaikan bahwa seorang muslim harus
Puasa targetnya adalah ketakwaan. Menurut Alquran, indikator takwa yang pertama, selain iman dan punya kepedulian sosial, yaitu pengendalian emosi. Orang yang bertakwa memiliki emosi yang stabil. Indikator kedua dari orang yang bertakwa adalah berjiwa besar, dan bukan pendendam.
Sedangkan yang ketiga, orang yang bertakwa selalu konsisten memenuhi janjinya. Karena barang siapa yang berjanji dan memiliki niat serta tekad untuk memenuhinya, maka Allah akan memberikan kemudahan.
Namun, barang siapa yang berjanji tetapi tidak ada niat untuk memenuhinya, makan Allah akan memberikan kesulitan. Kaitannya dengan hutang piutang, barang siapa yang berhutang dan berniat untuk melunaskannya, maka Allah akan membantunya.
Sedangkan barang siapa yang berhutang tetapi tidak berniat melunasinya, maka Allah akan memberikan kesulitan. Bagaimana pun, memenuhi janji adalah salah satu ciri orang yang bertakwa.
Target ibadah shaum adalah sabar dalam menghadapi kekurangan rezeki dan ketika mendapatkan musibah. Selain itu, shaum mencetak manusia untuk ulet dalam mengerjakan sesuatu. Bila berbuat dosa dan salah, orang yang shaum akan sportif mengakui kesalahannya dan tidak pernah bangga dengan dosanya.
Bila ini jadi ukuran ibadah shaum, karakter unggulan ini tidak hanya sekedar berhenti pada tidak makan dan minum serta yang hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga berhenti melakukan hal-hal yang mengurangi ibadah shaum.
Oleh karena itu, untuk menggapai puasa yang berkualitas, tidak hanya menahan terhadap hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga berhenti total dari perasaan-perasaan yang berbuat dosa. Sehingga pikiran, perasaan, dan imajinasinya pun adalah hal-hal yang baik.
Bagaimana pun, amal yang paling baik adalah puasa yang berhenti dari perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan kesucian Ramadhan. Shaum Ramadhan harus dikawal kesuciannya. Banyaknya shaum rusak karena lidahnya. Maka dari itu, kita harus banyak membaca Alquran dan menyebut nama Allah.
Pada bulan Ramadhan, Alquran harus banyak dibaca dibandingkan bulan lainnya, serta nama Allah pun harus lebih banyak disebut melebihi di bulan lain. Pada Ramadhan ini juga kita harus sering-sering bersilaturahmi ke rumah Allah.
Kita juga harus membangun keakraban dengan sesama manusia. Selain itu, Ramadhan juga tidak boleh ada aksi anarkis dan tidak boleh juga ada orang yang dirugikan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/shalat-berjamaah-di-masjid_20150624_121841.jpg)