Breaking News:

Opini: Ramadan Momentum Meningkatkan Karya dan Takwa

ALLAH SWT telah memilih Ramadhan sebagai bulan istimewa. Nabi menyampaikan bahwa seorang muslim harus

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ilustrasi: Umat Muslim melaksanakan salat Tarawih di Masjid Agung, Medan bulan suci Ramadan 1436 H. 

Mereka yang harus melakukan shaum ini adalah seseorang yang telah membunuh orang lain. Selain itu, suami yang mengharamkan istrinya seharam bersetubuh dengan ibunya, wajib melakukan shaum ini. Pihak lainnya yang harus melakukan shaum ini adalah pasangan suami-istri yang melakukan hubungan badan di siang hari di Bulan Ramadhan.

Puasa juga pernah diwajibkan untuk umat sebelum umat Muhammad SAW. Umat nabi Musa diwajibkan shaum selama 60 hari lamanya. Sedangkan nabi Zakaria diperintahkan berpuasa dengan tidak berbicara berhari-hari. Hal ini karena ketika dia berusia 80 tahun dan istrinya yang berusia 70 tahun melahirkan bayi bernama Yahya. Pada saat itu, umatnya meributkan hal ini, sehingga Zakaria diperintahkan untuk shaum berbicara.

Siti Maryam ketika melahirkan Isa pun pernah diperintahkan untuk shaum bicara ini. Ketika datang malaikat Jibril kepadanya untuk menyampaikan bahwa dirinya akan melahirkan seorang putra, Maryam kebingungan dan mengkhawatirkan orang-orang di sekitarnya yang akan memfitnahnya.

Maka Siti Maryam pun diperintahkan untuk shaum tidak berbicara ini. Nabi Adam sendiri pada saat terusir dari surga, diperintahkan untuk melakukan shaum.

Nabi Nuh ketika berada di atas bahtera tatkala banjir merendam dunia, pun diperintahkan untuk melakukan shaum. Nabi Ibrahim ketika dibakar oleh kaumnya, dia pun melakukan shaum. Nabi Yusuf ketika berada di dalam penjara diperintahkan untuk shaum. Para nabi diperintahkan untuk shaum untuk membangkitkan perjuangan dalam dirinya. Selain itu, shaum juga untuk mendorong keinginan yang ingin diperoleh.

Puasa targetnya adalah ketakwaan. Menurut Alquran, indikator takwa yang pertama, selain iman dan punya kepedulian sosial, yaitu pengendalian emosi. Orang yang bertakwa memiliki emosi yang stabil. Indikator kedua dari orang yang bertakwa adalah berjiwa besar, dan bukan pendendam.

Sedangkan yang ketiga, orang yang bertakwa selalu konsisten memenuhi janjinya. Karena barang siapa yang berjanji dan memiliki niat serta tekad untuk memenuhinya, maka Allah akan memberikan kemudahan.

Namun, barang siapa yang berjanji tetapi tidak ada niat untuk memenuhinya, makan Allah akan memberikan kesulitan. Kaitannya dengan hutang piutang, barang siapa yang berhutang dan berniat untuk melunaskannya, maka Allah akan membantunya.

Sedangkan barang siapa yang berhutang tetapi tidak berniat melunasinya, maka Allah akan memberikan kesulitan. Bagaimana pun, memenuhi janji adalah salah satu ciri orang yang bertakwa.

Target ibadah shaum adalah sabar dalam menghadapi kekurangan rezeki dan ketika mendapatkan musibah. Selain itu, shaum mencetak manusia untuk ulet dalam mengerjakan sesuatu. Bila berbuat dosa dan salah, orang yang shaum akan sportif mengakui kesalahannya dan tidak pernah bangga dengan dosanya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved