2 Tipe Orang yang Percaya Pada Dukun dan Peramal, Padahal Ancamannya Mengerikan
Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-,
BANGKAPOS.COM--Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Berbagai macam praktek perdukunan kebanyakan bertujuan untuk memuluskan perkejaan atau hajar yang mereka inginkan lewat permohonan bantuan kepada jin.
Syaikh Abdurrahman bin Hasan berkata dalam Fath al-Majid,
Namun Al-Baghawi juga berkata, “Arraf (peramal, orang pintar) adalah orang yang mengklaim mengetahui banyak hal lewat pendahuluan-pendahuluan untuk mengetahui barang yang dicuri dan tempat binatang tersesat. Konon, ia adalah dukun (juga).”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiiyah mengatakan, “Arraf adalah nama untuk dukun, peramal perbintangan (zodiak), dan sejenisnya dari kalangan yang berbicara untuk mengetahui berbagai hal dengan jalan ini.”
Ramalan bintang atau zodiak ialah mencari petunjuk dengan keadaan bintang atas kejadian-kejadian di bumi.
Kebanyakan yang terjadi dalam hal ini ialah apa yang diberitakan oleh jin kepada para kekasihnya dari bangsa manusia tentang perkara-perkara gaib, yaitu berita-berita yang bakal terjadi di muka bumi.
Lalu orang yang bodoh menganggapnya sebagai penyingkapan tabir dan karamah. Banyak manusia tertipu dengan hal itu.
Mereka mengira orang yang memberitakan hal itu dari jin sebagai wali Allah, padahal mereka adalah wali setan.
Ini termasuk jenis praktek perdukunan itu sangat dicela dalam Islam. Ulama sepakat akan keharamannya. Ia termasuk bagian dari dosa-dosa yang paling besar.
Pelakunya dihukumi murtad dari dien yang hanief ini. Sebabnya, karena ia telah memberikan persembahan dan peribadatan kepada jin.
Begitu juga mendatangi dukun dan menggunakan jasa perdukunannya adalah haram. Dikutip dari situs voa-islam, pelakunya terbagi menjadi dua:
Pertama, mendatanginya karena percaya kepadanya dan membenarkan apa yang disampaikannya, maka ia telah kufur kepada Al-Qur'an. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
"Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kufur kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan. Hadits ini dishahihkan Syikah al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 3047 dan al-Irwa')
Maksudnya: orang yang datang dan bertanya kepada dukun disetai keyakinan akan kebenaran si dukun bahwa dia mengetahui perkara ghaib maka ia telah kafir; karena ia telah menyalahi dan mendustakan firman Allah Ta'ala,
"Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah"." (QS. Al-naml: 65)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-alat-perdukunan_20160407_104624.jpg)