Senin, 25 Mei 2026

2 Tipe Orang yang Percaya Pada Dukun dan Peramal, Padahal Ancamannya Mengerikan

Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-,

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
jabar.tribunnews.com
ilustrasi 

Pertanyaan ini pun dijawab oleh ustadz Abu Muawiah, seperti dilansir dari al-atsariyyah:

Waalaikumussalam warahmatullah

1. Saya rasa jika sekedar membalik halaman atau memindahkan gelombang, dia tidak akan membaca atau mendengarnya karena dia bisa langsung memindahkannya atau membaliknya.

Tapi jika dia sempat membaca atau menyimaknya maka berarti dia telah sengaja membaca atau mendengarnya. Dan hukumnya sama dengan dia bertanya kepadanya.

2. Tentunya tidak gugur. Dia tetap wajib shalat 5 waktu akan tetapi pahalanya terhapus/seimbang dengan dosanya bertanya kepada dukun.

3. Kalau maksudnya ‘percaya gak percaya’ adalah kadanga percaya kadang tidak maka berarti dia percaya. karena intinya adalah dia percaya kepada dukun, walaupun tidak pada setiap ucapannya. Wallahu a’lam.

Pertanyaan lainnya, Afwan ustadz ana mw bertanya tentang metode pengobatan yang praktiknya sebagai berikut:

– yang nelakukan pengobatan biasanya wanita yang telah lanjut usia.

– dikenal biasa melakukan pijat/urut bayi dan biasa juga membantu melakukan persalinan secara tradisional

– dikenal bisa “menyembuhkan” bayi yang “sawan” (terkena gangguan jin, jin melakukan penampakan terhadapnya) dengan cara menyembur, yaitu mencacah kunyit dengan pisau sambil mengucapkan bacaan tertentu dengan berbisik (jika saat mencacah kunyit itu keluar air, maka diyakini bahwa bayi tesebut diganggu oleh jin), bayi dipijat/diurut, setelah itu mengoleskan kunyit yang telah dicacah tadi di kening bayi dengan garis lurus ke arah hidung atau membentuk huruf T diawali dengan mengucapkan basmalah, kemudian membentuk tanda plus (+) di perut, telapak tangan dan telapak kaki sambil mengucapkan perkataan yang maknanya semoga penyakitnya pergi. (jika kunyit yang dioleskan ke kulit bayi tadi berwarna merah, diyakini terkena gangguan jin).

– tidak menentukan tarif untuk jasa yang dikeluarkannya.

Bagaimana hukumnya jika anak kita diobati dengan cara yang seperti itu?

Pertanyaan ini pun dijawab lugas oleh ustadz Abu Muawiah, dengan mengatakan metode yang disebutkan di atas mengandung unsur tathayyur.

Butuh diketahui bacaan apa yang dia baca, karena dikhawatirkan bacaannya mengandung kesyirikan. Ala kulli hal, tidak sepantasnya anak dan selainnya diobati dengan cara seperti ini. Wallahu a’lam. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved