Rabu, 22 April 2026

Wahai Para Istri Inilah Daftar Dosa-Dosa Suami yang Perlu Diketahui

tulisan singkat ini, akan diulas beberapa dosa suami yang sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga seorang Muslim bahkan disadarinya atau tidak

Editor: Iwan Satriawan
http://www.kapurnews.com
Ilustrasi 

Dalam keseharian, bahkan dalam kehidupan sebuah masyarakat Muslim sekalipun, terkadang masih ditemui kendali kepemimpinan diserahkan kepada seorang istri.

Apa artinya seorang lelaki dijadikan pemimpin jika kepemimpinannya justeru diserahkan kepada istrinya.
Bukankah Allah Ta’ala telah mengatakan bahwa lelaki itu adalah pemimpin?

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang satu janji bahwa tidak akan beruntung suatu kelompok jika kepemimpinannya diserahkan kepada seorang wanita. Dari Abu Bakra, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Memakan Harta Istri Tanpa Izin

 Suami adalah orang yang bertanggung jawab mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya.

Setiap harta atau rezeki yang Allah titipkan kepada seorang suami tentu saja tidak menjadi dosa ketika istrinya ikut menikmati sebab memang sang suami mencari rezeki untuk menafkahi suaminya.

Sebaliknya jika istri yang mendapatkan rezeki, maka haram hukumnya bagi suami memakan harta istrinya tanpa seizin sang istri. Harta suami yang dinafkahkan kepada istri adalah sebuah kewajiban suami.

Sebaliknya, jika ada istri yang memberikan nafkah kepada suami, maka itu sifatnya adalah sedekah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (Qs. An Nisa:4).

Al Bukhari meriwayatkan hadis Abu Sa’id ra dalam Shahihnya, ia berkata, “Dari Abu Sa’id al Khudri ra, Zainab, isteri Ibnu Mas’ud datang meminta izin untuk bertemu. Ada yang memberitahu, “Wahai Rasulullah, ini adalah Zainab.”

Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bertanya, “Zainab yang mana?” Maka ada yang menjawab, “(Zainab) isteri Ibnu Mas’ud.”

Beliau menjawab, “Baiklah. Izinkanlah dirinya.” Maka ia (Zainab) berkata, “Wahai, Nabi Allah. Hari ini engkau memerintahkan untuk bersedekah. Sedangkan aku mempunyai perhiasan dan ingin bersedekah. Namun Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa dirinya dan anaknya lebih berhak menerima sedekahku.”

Nabi bersabda, “Ibnu Mas’ud berkata benar. Suami dan anakmu lebih berhak menerima sedekahmu.” Dalam lafazh lain, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menambahkan, “Benar, ia mendapatkan dua pahala, pahala menjalin tali kekerabatan dan pahala sedekah.”

Berselisih dengan Istri

 Jangan merasa karena menjadi seorang suami lalu Anda sekehendak hati meluapkan emosi kepada istri. Ingat, wanita yang kini menjadi istri Anda adalah seorang wanita yang hakikatnya telah Allah pilihkan untuk mendampingi Anda dalam menjalani kehidupan yang singkat ini.

Sejatinya, istri adalah patner yang bisa menjadi tempat berbagi tentang semua masalah yang dihadapi bukan sebaliknya malah di ajak berselisih demi meluapkan semua emosi atau marah.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Cerpen: Aaah !

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved