Jumat, 15 Mei 2026

Kisah Operasi Rahasia Pasukan Khusus Australia Selamatkan Sultan Ternate

rupa-rupanya Sekutu dalam PD II menaruh perhatian pada keselamatan Sultan Ternate Iskandar Muhammad Jabir Syah

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
royalark.net
sultan ternate 

Saat pagi menjelang, setelah berjalan tanpa henti selama enam jam, rombongan Sultan yang dikawal Z Force tersebut sampai di desa nelayan Kulaba.

Rakyat yang melihat Sultannya datang segera memberikan penyambutan terbaik, berlutut menyembah sang penguasa yang selaksana Tuhan.

Sultan dan rombongannya beristirahat menunggu kapal yang lebih besar datang untuk dapat menampung rombongan besar itu, yang baru akan datang pada hari berikutnya.

Pada subuh hari selanjutnya, para pengintai Z Force yang menanti-nanti kapal penjemput justru menemukan kejutan tidak menyenangkan: alih-alih kapal kawan, yang muncul justru Jepang yang mendaratkan beberapa sampan dan prajuritnya.

Secepat kilat seorang pengintai melapor ke Letnan George Bosworth yang sedang mengawal Sultan, yang lain segera ambil posisi di bawah rerimbunan pohon, siap memberi sambutan meriah kepada tamunya.

Letnan Bosworth yang lari ke arah pantai menjadi yang pertama membuka tembakan, 500 meter jauhnya dari bibir pantai.

Tembakannya telak mengenai seorang Jepang. Anakbuahnya yang lain juga ikut menembak dari tempat persembunyiannya.

Pasukan Jepang yang tidak mengira terjebak di medan terbuka, satu persatu ambruk meregang nyawa diterjang timah panas Z Force.

Situasinya sungguh kacau, Jepang di pantai, Z Force di tengah, dan Sultan dan keluarganya di belakang, Sultan bahkan berteriak-teriak mengingatkan sahabat barunya untuk terus berhati-hati.

Setelah tiga orang Jepang roboh, pasukan Jepang yang tersisa mulai undur dan menarik kembali perahunya, berupaya kembali ke Ternate untuk minta bantuan.

Disinilah Letnan Bosworth ceroboh. Mendekati seorang prajurit yang terbaring di tanah, Letnan Bosworth ingin memastikan si Jepang sudah tewas; tapi si Jepang dengan cepat meraih senapannya yang terletak di sampingnya dan menembak ke arah Letnan Bosworth.

Peluru yang seakan sudah ada NRP Letnan Bosworth tersebut menghunjam tepat di kepala sang Letnan muda; tubuhnya ambruk tak bernyawa.

Wakilnya Warrant Officer Perry yang melihat komandannya gugur segera menerjang ke depan; diikuti oleh yang lainnya.

Melihat orang-orang Australia yang mengamuk ini, tentara Jepang lari ketakutan ke arah laut menyusul rekannya yang sudah di atas perahu.

Para penduduk desa Kulaba yang melihat Jepang lari segera menghunus parang dan mengejar orang-orang Jepang yang sudah berenang tapi ditinggal rekannya yang sudah mulai mendayung.

Sumber: Angkasa
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved