Rabu, 15 April 2026

Mengenali Gejala Kejang Demam pada Anak

Pada umumnya sebagian besar kejang demam dialami bayi usia 6 bulan hingga anak umur 5 tahun.

2. Kompres dengan lap hangat (suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi.

3.. Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya.

4. Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.

5. Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak. Contoh yang sering terjadi, masih banyak oarangtua yang memberikan kopi pada anak yang sedang kejang. Orangtua beranggapan kopi, bisa langsung menghentikan kejang tersebut.

“Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.

6. Setelah melakukan tindakan di atas, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat seperti klinik, puskesmas, rumah sakit agar dapat ditangani lebih lanjut oleh dokter dan paramedis lain.

Anak yang mengalami kejang demam dan ditatalaksana dengan cermat oleh orangtua secara statitik, 95-98% akan sembuh sempurna tanpa cacat dan tidak berpotensi menjadi epilepsi.

Pada akhir artikel ini, saya ingin memberitahukan pada orangtua, bahwa kejang demam atau step dapat dicegah maupun ditatalaksana dengan baik oleh orangtua di rumah. Semoga dapat bermanfaat bagi orangtua untuk lebih cermat pada kondisi si buah hati. (*)

Penulis : dr Ramot Pardede, RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Cerpen: Aaah !

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved