Pemeriksaan Balon Cabup di RSPAD Ketat, Hanya IDI, BNN dan HIMPSI Dampingi Paslon

Di dalamnya hanya ada paslon dan tim pemeriksa serta IDI, BNN dan HIMPSI. Kita ikuti prosesnya dua hari, hari pertama pemeriksaan

Pemeriksaan Balon Cabup di RSPAD Ketat, Hanya IDI, BNN dan HIMPSI Dampingi Paslon
nurhayati/bangkapos.com
KPUD Kabupaten Bangka saat menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan dari RSPAD Gatot Subroto dan hasil pemeriksaan administrasi dari KPUD Kabupaten Bangka, Rabu (17/1/2018) di Sekretariat KPUD Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua KPUD Kabupaten Bangka Zulkarnain mengatakan, saat pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, pihaknya tidak boleh masuk ke ruangan kedokteran.

Menurutnya, hanya dari perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka yang boleh masuk melihat pemeriksaan yang dilakukan Tim RSPAD Gatot Subroto.

Diakui Ketua IDI Cabang Kabupaten Bangka dr Zulkarnain, pemeriksaan kesehatan ketiga bakal paslon sangat ketat.

Sebagai gambaran hari kedua pemeriksaan dilakukan, ia ketinggalan dompet di dalam ruang pemeriksaan RSPAD Gatot Subroto ketika minta Staf Sekretariat KPUD Kabupaten Bangka untuk mengambilnya tidak diperbolehkan masuk.

"Di dalamnya hanya ada paslon dan tim pemeriksa serta IDI, BNN dan HIMPSI. Kita ikuti prosesnya dua hari, hari pertama pemeriksaan lab, USG dan lain-lain pemeriksaan fisik sampai wawancara (psikiatri) sampai malam tidak ada jeda hanya salat langsung kita rapat pleno. Hari kedua dari HIMPSI nya dari psikologi sama prosesnya," jelas dr Zulkarnain saat penyampaian hasil pemeriksaan kesehatan da  administrasi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka, Rabu (17/1/2018) di Sekretariat KPUD Kabupaten Bangka.

Ditegaskannya, bahwa pada saat itu langsung diumumkan ketiga paslon yang dinilai memenuhi persyaratan oleh Tim Pemeriksaan RSPAD Gatot Subroto Jakarta. 

"Kalau untuk catatan, itu untuk kami, yang akan kami sampaikan langsung kepada paslon masing-masing dan tentu saja ketua KPUD," kata dr Zulkarnain.

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan BNN Kabupaten Bangka dan juga HIMPSI Cabang Kabupaten Bangka.

Diakui oleh pihak perwakilan BNN Kabupaten Bangka bahwa proses pemeriksaan ketiga bakal paslon mereka ikuti dari awal sampai akhir.

"Sampai ke dalam WC pun kita ikuti dan kita foto. Tiga bakal paslon sudah kita pleno kan di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto di Jakarta ketiga calon yakni enam orang dinyatakan memenuhi syarat sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka. Sudah kita WA kan ke BNN provinsi dan BNN pusat," jelas Manan dari Perwakilan BNN Kabupaten Bangka.

Diakui Okta dari Perwakilan HIMPSI Kabupaten Bangka pemeriksaan kejiwaan terhadap tiga paslon calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka tersebut dilakukan pada tanggal 13 Januari 2018.

Menurutnya dilakukan dua kali tes di mana tes pertama tes psikologi dan tes kedua wawancara. 

Dikatakannya yang terlibat adalah HIMPSI dari Sumatera Selatan termasuk dari HIMPSI Kabupaten Bangka dan juga tim RSPAD Gatot Subroto.

"Kami di situ tidak terlibat dengan paslon daerah masing-masing. Saya sendiri tidak mewawancarai calon dari KPU Kabupaten Bangka. Saya mewawancarai paslon dari KPU Pangkalpinang. Kita tidak mau penilaian subjektif dalam hal psikotes maupun wawancara. Pada saat jam 17.00 WIB kita melakukan rapat pleno dan dan Alhamdulillah semua hasil dari HIPMSI memenuhi syarat," jelas Okta. (*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved