Jumat, 10 April 2026

Mengintip Fenomena Penonton Bayaran, Mulai dari Honor hingga Jenjang Karir

Ada banyak sebutan bagi mereka yang khusus datang ke stasiun televisi untuk menjadi penonton lalu dibayar

Editor: Iwan Satriawan
Rizky Abdul Rahman/Hai Online
Ilustrasi penonton bayaran acara televisi 

BANGKAPOS.COM - Para penonton atau pemeriah acara di berbagai program televisi tidak datang dengan sendirinya.

Mereka dikelola koordinator profesional yang mencari nafkah dengan mengumpulkan orang. 

Pernah menonton acara Dahsyat di layar kaca? Salah satu program andalan RCTI tersebut punya ciri khas, bintang tamu yang beraksi selalu dikelilingi para penonton.

Penonton bayaran
Penonton bayaran (nextshark)

Mereka berpolah laiknya pemandu sorak. Berjoget-joget dan sesekali ikut menyanyi. 

Beragam program acara dari berbagai stasiun televisi juga punya ciri sama. Mereka kerap mengandalkan pemandu sorak untuk memeriahkan acara. 

Ada banyak sebutan bagi mereka yang khusus datang ke stasiun televisi untuk menjadi penonton lalu dibayar. Alay, audiens, atau crowd. 

Tugas para penonton tersebut adalah mengikuti skenario yang sudah tersedia.

Kadang-kadang hanya duduk manis mendengarkan pengisi acara. Atau, berjoget- joget dengan koreografi seragam.

Sampai, kalau dibutuhkan, harus mau berteriak histeris untuk meramaikan acara. 

Tak disangka, hal itu menjadi ladang pekerjaan baru. Selain bagi para pemandu sorak bayaran itu, juga untuk para pengelola jasa penyediaan penonton

Agensi, biasa mereka disebut, bertugas menyediakan sumber daya manusia untuk berbagai genre program televisi, mulai dari acara pengajian, acara musik, acara realitas, hingga gelar wicara. 

Sebenarnya ini bukan bisnis baru. Sejak stasiun televisi swasta  mengudara di langit Indonesia, mereka mulai bermunculan. 

Pada 2004 semakin marak dan terus menancapkan kukunya hingga saat ini. Maklum saja, meski kurang terpikirkan, bisnis ini ternyata menjanjikan keuntungan yang lumayan. 

Dulunya juga penonton 

Orang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan para penonton ini disebut koordinator penonton.

Sumber: Intisari
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved