Minggu, 3 Mei 2026

Mengintip Fenomena Penonton Bayaran, Mulai dari Honor hingga Jenjang Karir

Ada banyak sebutan bagi mereka yang khusus datang ke stasiun televisi untuk menjadi penonton lalu dibayar

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Rizky Abdul Rahman/Hai Online
Ilustrasi penonton bayaran acara televisi 

Sampai kapan profesi ini akan ada? Rasanya, selama masih ada banyak stasiun televisi yang membutuhkan penonton untuk meramaikan program mereka, profesi ini masih akan terus hidup. 

“Selama masih ada permintaan dari pihak TV, saya sih bakal terus kerja begini,” kata Mas Har santai. 

Dari alay bisa jadi artis 

Jarang ada yang menduga bahwa  profesi sebagai penonton bayaran juga memiliki jenjang karier. Kemungkinan untuk “naik kelas” itu ada. Asal, si penonton rajin, disiplin, dan profesional. 

Seperti Ponima Sari. Awalnya, dia sekadar penonton, mengikuti banyak acara di bawah Harsono Management. Namun, kini posisinya adalah motor penggerak para penonton Dahsyat. Sari sendiri lebih senang menyebut dirinya leader. 

Setiap agensi pasti memiliki motor penggerak. Tugas mereka adalah menggerakkan penonton untuk lebih ramai, ekspresif, dan bersemangat. 

Dari motor penggerak, mereka punya kesempatan untuk menjadi pelawak, figuran sinetron, hingga model iklan. Itu pun jika tidak menyia-nyiakan kesempatan casting di mana-mana. 

Sari mengakui, berkat Dahsyat, dia bisa kenal dengan Olga Syahputra. Dari kenal-kenal itu, dia sering diajak syuting untuk program pribadi Olga, Catatan Si Olga di ANTV. (*)

Sumber: Intisari
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved